Teknologi diam yang kuat: motor listrik “sprint” dari Len Industri siap menaklukkan medan ekstrem

- Jurnalis

Senin, 26 Mei 2025 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Orangtua Pt Len Industri (Persero) memegang ID Defenden memperkenalkan 'Sprint', motor listrik taktis yang dirancang khusus untuk menghadapi tantangan operasional di medan yang ekstrem. Pengenalan produk superior ini dilakukan dalam kunjungan staf TNI 2025 TNI dan petugas siswa sekolah komando di Bandung.

Sprint hadir dengan konsep “diam tapi kuat”, menawarkan keunggulan operasional tanpa emisi dan suara minimal, tetapi masih kuat dan memiliki daya tahan yang tinggi. Fitur utama dari motor listrik taktis ini termasuk kemampuan tanpa emisi dan keheningan yang mendukung misi infiltrasi dan pengintaian, desain yang keras dengan struktur yang kokoh dan sistem penggerak yang responsif untuk melibas medan yang berat, serta penggunaan teknologi lokal yang sepenuhnya dikembangkan oleh insinyur domestik.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden Senior Pasar & Teknologi Pt Len Industri, Billy Barokah, muncul sebagai pembicara utama dengan tema “memberdayakan industri strategis nasional untuk kemerdekaan ekonomi dan pertahanan”. Presentasi ini menggarisbawahi komitmen Pt Len Industri dalam memajukan teknologi lokal berbasis penelitian untuk mengurangi ketergantungan impor sistem persenjataan utama (peralatan pertahanan).

“Sprint adalah bukti yang jelas tentang kemampuan anak -anak bangsa untuk menghasilkan produk yang mampu menjawab kebutuhan operasional TNI. Ini adalah langkah konkret dalam mendukung transformasi industri pertahanan independen dan kompetitif,” kata perwakilan Pt Len Industri.

Kehadiran Sprint menerima respons positif dari para peserta TNI Sesko, yang melihat potensi besar motor listrik taktis ini untuk berbagai aplikasi, termasuk operasi khusus di daerah sensitif, logistik lapangan yang ramah lingkungan, dan memperkuat kemampuan perangkat taktis berdasarkan teknologi hijau.

Pt Len Industri berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi serupa sebagai bagian dari peta jalan elektrifikasi kendaraan pertahanan, selaras dengan target pemerintah untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060.

Mengenai Pt Len Industri (Persero)

Pt Len Industri (Persero) adalah perusahaan yang dimiliki negara yang terlibat dalam elektronik. Berkantor pusat di Bandung, Pt Len Industri (Persero) saat ini menjadi orang tua yang memegang industri pertahanan ID. Didirikan pada 7 Oktober 1991, Pt Len Industri (Persero) menjadi perusahaan teknologi kelas dunia tepercaya dengan melaksanakan prinsip -prinsip dan menegakkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dalam kegiatan bisnis perusahaan.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB