Ramah lingkungan dan dapat dijual: datang untuk mengambil kelas sabun buatan sendiri di desa Batukaropa Bulukumba!

- Jurnalis

Selasa, 20 Mei 2025 - 03:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Routerpost

– Udara pagi yang masih berisi embun terlihat ketika perencanaan diatur di Kantor Desa Batangkaropa, Distrik Rilau Ale, Bulukumba Regency. Di atas meja yang panjang, ada beberapa botol transparan dan blok sabun organik siap pakai, menunggu para peserta untuk membuat setiap sabun dari awal.

Pada hari Minggu, 18 Mei 2025, sebuah kelas akan diadakan untuk membuat sabun buatan sendiri yang diselenggarakan oleh komunitas sampah Merdeka (Korsa) bersama dengan ekologi pengamatan dan konservasi lahan basah (Ecoton).

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelatihan dibuka untuk umum dan berlangsung antara pukul 10:00 hingga 12:00 WITA, mendorong peserta untuk mempelajari pembuatan sabun alami secara langsung menggunakan bahan yang ramah lingkungan.

Mempelajari pembuatan sabun menggunakan bahan -bahan alami, lalu segera berlatih

Acara ini diadakan untuk memberikan pendidikan lingkungan di tingkat dasar masyarakat. Para peserta tidak hanya diundang untuk menyaksikan proses tersebut, tetapi juga secara aktif terlibat dalam membuat sabun padat dan cair menggunakan minyak kelapa, tanaman obat alami, dan minyak esensial esensial.

“Pernahkah Anda bertanya -tanya bagaimana cara membuat sabun digunakan setiap hari?” Firly berkata pada hari Sabtu, 17 Mei 2025.

Anda dapat menghubungi fasilitator Korsa melalui nomor 0822-3130-1748 untuk proses pendaftaran.

Konten ini cocok untuk pemula. Tidak diperlukan pengetahuan sebelumnya tentang kimia; Yang penting adalah memiliki keinginan untuk belajar dan mengosongkan wadah untuk membawa pulang produk dari pelatihan Anda.

Ramah lingkungan, bermanfaat ekonomis

Dalam menangani masalah limbah domestik dan ketergantungan pada barang komersial, sabun buatan sendiri memberikan dua keunggulan besar: ramah lingkungan dan juga dapat digunakan sebagai bisnis berbasis rumah.

Acara ini juga merupakan tempat pembelajaran kolektif dan mengundang semua orang untuk hidup lebih mandiri. Sabun yang diproduksi dapat digunakan sendiri atau dikembangkan sebagai produk lokal yang didukung oleh masyarakat.

“Mulailah membantu bumi dari dapur rumah,” kata Firly.

Sebagai kelas wajah -untuk -wajah yang mengharuskan peserta untuk berpartisipasi secara langsung, jumlah peserta terbatas. Untuk alasan ini, calon peserta didorong untuk segera bergabung untuk memastikan ketersediaan tempat untuk mereka.

Tempat ini terletak di Kantor Desa Batangkukopopa, Distrik Rilau Ale, yang terbuka dan disertai oleh instruktur secara langsung.

Dengan bahan -bahan alami, metode sederhana, dan komunitas pendukung, kelas ini adalah langkah kecil untuk perubahan besar -mulai dari sabun, diakhiri dengan kesadaran. ***

Jaringan RakyatPos.id.com

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB