PTPP merayakan hardiknas 2025 dengan “ketentuan ppintar”, mendukung nutrisi anak -anak sekolah di daerah 2025

- Jurnalis

Kamis, 8 Mei 2025 - 05:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, PT PP (Persero) TBK (“PTPP”), salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia, sekali lagi menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui program tanggung jawab sosial “pasokan PPINTAR”. Program ini menargetkan peningkatan nutrisi untuk anak -anak usia sekolah dasar sebagai bagian dari dukungan untuk pilar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), terutama di bidang pendidikan berkualitas, kemitraan untuk tujuan, dan pengentasan kemiskinan.

Kegiatan ini dilakukan di dua sekolah dasar publik, yaitu SDN Pekayon 10 Pagi dan Pusat SDN 06 Pagi, dengan distribusi total lebih dari 670 paket kotak beras untuk siswa dan guru. Selain makanan bergizi, PTPP juga didistribusikan Doorprize Dalam bentuk tas sekolah, gelas, dan tas jinjing untuk siswa yang berpartisipasi dalam kompetisi dalam kerangka pendidikan nasional dan pendidikan nasional.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami merancang program ini tidak hanya untuk meningkatkan asupan nutrisi anak -anak, tetapi juga untuk membangun semangat belajar mereka dan memperkenalkan profesi di dunia konstruksi sejak awal. Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian kami untuk masa depan generasi negara,” kata Joko Raharjo, sekretaris perusahaan PTPP.

PTPP memastikan bahwa kegiatan sosial ini dilakukan secara merata, termasuk di wilayah 3T (terpenting, terluar, kurang beruntung), sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk mencapai semua tingkat masyarakat, tidak hanya di kota -kota besar.

Mengenai PP PP (Persero) TBK

PT PP (Persero) Tbk (Issuer Code: PTPP) is one of the leading construction companies and in Indonesia which was established in 1953. At present, PTPP has 7 (seven) integrated business lines ranging from upstream, middlestream to downstream, which includes: energy, property, infrastructure, construction services, engineering, procurement and construction (epc) and precast. PTPP memiliki catatan yang solid dan memenangkan penghargaan untuk proyek konstruksi pelabuhan, pembangkit listrik, bandara, bendungan, dan bangunan di Indonesia. PTPP adalah pelopor untuk konsep bangunan hijau ramah lingkungan di Indonesia yang telah memenangkan beberapa penghargaan lokal dan internasional untuk pekerjaannya. PTPP mencatat sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 9 Februari 2010, dengan kepemilikan publik sebesar 49%.

Pada 2015, PTPP mencatat saham anak perusahaan PT PP Properti TBK (Kode Penerbit: PPRO) di Bursa Efek Indonesia sebanyak 35%. Untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan di masa depan, PTPP memperluas di sektor energi dan infrastruktur pada tahun 2016. Pada tahun 2017, anak perusahaan terlibat sebagai kontraktor berdasarkan PT PT Precision TBK (Kode Penerbit: PPRE) ke Lantai di Bursa Efek Indonesia dengan melepaskan 23% saham kepada publik. Untuk menghadapi era industri 4.0, PTPP melakukan strategi operasional keunggulan dengan menerapkan sistem informasi yang andal, yaitu ERP sebagai sistem perusahaan utama yang didukung oleh berbagai aplikasi dukungan operasional dalam menjawab tantangan dan kebutuhan perusahaan ke depan. PTPP juga menerapkan penggunaan Building Information Modeling (BIM) serta penguasaan teknologi baru lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan, akurasi dan efisiensi dan menjadi perusahaan dan keunggulan yang unggul.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan di RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB