Politik Minggu Ini: Dari Anak Buruk di Barak Militer hingga Pengunduran diri Hasan Nasbi

- Jurnalis

Senin, 5 Mei 2025 - 04:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy



Routerpost


,


Jakarta


Berbagai acara menghiasi laporan berita
Tempo
dalam seminggu terakhir.
Tempo
Merangkum lima berita nasional yang disorot mulai 28 April 2025 hingga 3 Mei 2025. Berbagai topik hangat termasuk pencabutan keputusan mutasi untuk Letnan Jenderal
Kunto Arief Wibowo
Dan pengiriman lusinan siswa yang dianggap bermasalah di barak militer seperti yang direncanakan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

1. Komandan TNI membatalkan transfer posisi Kunto Arief WiBowo

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Jenderal TNI Agus Subiyanto mencabut pemecatan Mayor Jen Kunto Arief Wibowo yang sebelumnya dijadwalkan menjadi ketua komando dengan area pertahanan atau Panggogabwilhan dan sekarang dipindahkan ke posisi kepala staf khusus staf tentara.

Kebijakan tersebut didaftarkan dalam Keputusan Komandan TNI No. Kep/554.a/IV/2025 tentang pemecatan dan penunjukan posisi dalam TNI pada 30 April 2025. Dalam dokumen komandan militer, tujuh petugas dinyatakan membatalkan mutasi mereka. Salah satunya adalah putra dari Wakil Presiden ke -6 untuk mencoba Sutrisno, Letnan Jenderal Kunto Arief Wibowo.

Penjelasan Penjelasan TNI, Brigadir Jenderal Kristomei Sianturi mengatakan bahwa Kunto Arief dan tujuh petugas lainnya masih membutuhkan keahlian mereka dalam melaksanakan tugas mereka di posisi saat ini. Oleh karena itu, para pemimpin TNI menganggap penting untuk menunda peringkat atau penempatan mereka untuk mereka.

“Beberapa petugas dibutuhkan sekarang sesuai dengan kebutuhan terbaru. Oleh karena itu, para pemimpin TNI menganggap penting untuk menunda perubahan dengan unit yang berbeda,” jelasnya pada konferensi pers virtual, Jumat, 2 Mei 2025.

2. Dedi Mulyadi mengirim anak yang bermasalah ke asrama militer

Rencana Gubernur Jawa Barat
Dedi Mulyadi
Tentang pendidikan karakter bertema militer untuk siswa dengan masalah perilaku yang dimulai pada hari Kamis, 1 Mei 2025. Kabupaten Purwakarta dan Kota Bandung adalah dua wilayah pertama yang menerapkan program perawatan karakter berbasis militer yang mencakup partisipasi dari TNI dan Polri.

Setidaknya 69 siswa telah dipindahkan ke asrama Angkatan Darat. Dedi Mulyadi mengatakan bahwa persyaratan untuk anak-anak yang berpartisipasi dalam program pendidikan semi-militer dimulai dengan tingkat sekolah menengah pertama.

Secara khusus, anak -anak yang dikompilasi ke dalam barak adalah mereka yang perilakunya telah berada di arah tindakan kriminal, dan orang tua mereka tidak dapat lagi memberikan pendidikan.

“Ini berarti bahwa siswa adalah siswa yang telah ditolak dan tidak dapat lagi diperlakukan oleh keluarga mereka di rumah mereka. Oleh karena itu, jika orang tua atau wali siswa tidak mengarahkan mereka kepada kami, maka sekolah tidak dapat menerimanya,” jelasnya setelah menjadi pelatih upacara di Libs, Liblam.

Dia menyebutkan bahwa siswa yang terlibat dalam program pendidikan berbasis militer dapat ditugaskan hingga satu tahun penuh. Sementara mereka menjalani pembelajaran di kelas khusus ini, siswa akan menghabiskan malam di barak tentara. Namun, ada juga kemungkinan bahwa beberapa siswa hanya perlu hadir selama tiga hari untuk berpartisipasi dalam serangkaian kegiatan pendidikan bertema militer.

3. Demonstran mengalahkan Tempo Jurnalis selama Aksi Hari Buruh

Anggota polisi dituduh memukul jurnalis.
Tempo
Yang mengevakuasi demonstrasi peringatan Hari Buruh Internasional di Semarang, Jawa Tengah pada hari Kamis, 1 Mei 2025. Peristiwa untuk menghormati Hari Buruh global menjadi kacau ketika polisi membubarkan kerumunan yang telah memfitnah pagar gubernur Semarang menggunakan gas air mata dan semprotan air yang tertekan.

Jamal Abdun Nashr, seorang jurnalis dari Tempo yang berada di lokasi itu, menyaksikan pemuliaan pelindung ketika pasukan polisi Magouflage tampaknya mencoba menahannya. Kejadian ini terjadi sekitar 17:30. Menurut kisah Jamal, beberapa orang besar dan mengenakan pakaian biasa tampaknya memindahkan beberapa demonstran dari area kantor Gubernur Semarang, di mana protes diadakan.

Jamal mengkritik cara penangkapan terjadi yang dianggap tidak sesuai dengan kemanusiaan karena disertai dengan paksaan dan tindakan yang kuat. Dia menjelaskan, “Ketika mencoba merekamnya, mereka meminta untuk tidak direkam dan kemudian mendorong dan membawa saya pergi. Mereka juga mencoba mengambil ponsel saya saat merekam seperti ini.” Jamal berkata dalam percakapannya melalui telepon pada Kamis malam.

4. Hasan Nasbi Retreat

Hasan Nasbi
Hasan telah mengajukan pengunduran dirinya dari posisinya sebagai kepala Badan Manajemen Hubungan Presiden untuk Kantor Presiden. Permintaan pensiunnya diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

“Hari ini, 21 April 2025 tampaknya telah tiba pada waktu itu, surat pengunduran diri saya menandatangani dan mengirimkannya kepada presiden melalui dua teman baik saya. Mensneg dan Seskab,” kata Hasan Nasbi dalam sebuah video yang diunggah oleh total politik, Selasa, 29 April 2025.
Tempo
Kutip videonya.

Hasan menyatakan bahwa dia memilih untuk mengundurkan diri karena ada hal -hal tertentu yang tidak dapat diatasi lebih lanjut. Pernyataan yang sebelumnya dia sampaikan di berbagai acara podcast.


Hendrik Yaputra, Dani Aswara, Ahmad Fikri, dan Sultan Abdurrahman

disumbangkan dalam persiapan artikel ini.

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB