Perusahaan Grup Terra Drone, Terra Drone Indonesia, menampilkan teknologi drone untuk inspeksi sebagai bagian dari inovasi bandara Injourney di acara “BestInfest 2024” yang diselenggarakan oleh Injourney

- Jurnalis

Jumat, 2 Mei 2025 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan acara

Acara ini diadakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sebuah fasilitas budaya yang dikelola oleh Injurney. Pada kesempatan ini, Terra Drone Indonesia mempresentasikan sejumlah studi kasus yang menunjukkan penerapan teknologi drone dalam mendukung operasi dan keamanan bandara.

Salah satu contohnya adalah demonstrasi inspeksi landasan pacu menggunakan drone yang dilakukan di Bandara Raja Haji Fisabilillah pada tahun 2021, bandara yang dikelola oleh bandara Injurney. Inspeksi yang sebelumnya dilakukan secara manual dengan kendaraan sekarang dapat dilakukan lebih cepat, efisien, dan risiko kesalahan manusia minimal berkat penggunaan drone.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Terra Drone Indonesia juga menunjukkan penerapan drone untuk inspeksi infrastruktur, pengawasan, dan pemantauan keamanan yang relevan dengan operasi bandara. Dalam hal pemeliharaan infrastruktur kritis seperti landasan pacu, teknologi drone otonom yang diperkenalkan menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan akurasi dan efisiensi inspeksi.

Terra Drone Indonesia juga memperkenalkan penggunaan drone di sektor pariwisata, seperti:

– Pemetaan tujuan wisata

– Pemantauan lingkungan

– Inspeksi Area Sulit

– Dukungan pemadam api dan pembersihan bangunan tinggi

Prospek masa depan

Keterlibatan Terra Drone Indonesia dalam acara BestInfest 2024 adalah langkah penting dalam memperkuat sinergi antara sektor publik dan swasta dalam pengembangan ekosistem drone nasional. Partisipasi ini bukan hanya demonstrasi teknologi, tetapi juga bentuk nyata dari kolaborasi strategis.

Di masa depan, Terra Drone berkomitmen untuk terus memperluas penggunaan teknologi drone melalui kemitraan yang lebih ketat dengan Injourney. Tujuannya adalah untuk berkontribusi pada kemajuan industri penerbangan dan pariwisata, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di wilayah Asia Tenggara.

Catatan Editor

(1) Sumber: Situs web resmi Injourney –

Tentang Injourney

Angkasa Pura didirikan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1962 dengan nama perusahaan negara (PN) Angkasa Pura Kemayoran. Pada 20 Februari 1964, perusahaan secara resmi mengambil alih operasi bandara Kemayoran dan ditugaskan untuk mengelola bandara di Indonesia tengah dan timur.

Pada tahun 1984, Bandara Bandara Jakarta Cengkareng didirikan untuk mengelola bandara Soekarno-Hatta, yang kemudian mengubah namanya menjadi Perum Angkasa Pura II pada tahun 1986. Sementara itu, Perum Angkasa Pura mengubah namanya menjadi Perum Angkasa Pura I untuk mengelola bandara di Indonesia timur.

Pada tanggal 6 September 2024, PT Angkasa Pura Indonesia secara resmi dibentuk di bawah naungan Injourney sebagai solusi strategis untuk meningkatkan konektivitas udara yang efisien dan mendukung ekosistem pariwisata dalam konteks pertumbuhan ekonomi dan kesetaraan nasional.

Injourney Airports adalah subholding dari sektor layanan bandara dan anak perusahaan dari PT Aviasi Tourism Indonesia (Persero) atau Injourney. Melalui merger ini, bandara Injurney menjadi salah satu dari lima operator bandara terbesar di dunia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi:

Tentang Terra Drone Corporation

Terra Drone Corporation yang berbasis di Jepang adalah pemimpin global dalam solusi Drone dan Advanced Air Mobility (AAM). Dengan misi “Buka Kunci 'X', perusahaan berkomitmen untuk menciptakan masa depan yang lebih baik dengan menghubungkan berbagai bidang untuk mendorong inovasi dan menemukan solusi.

Spesialis dalam Survei, Inspeksi, Pertanian, dan Manajemen Lalu Lintas UAV (UTM), Terra Drone melayani berbagai industri seperti minyak dan gas, konstruksi, kimia, energi, dan pertanian. Hingga saat ini, Terra Drone telah menyelesaikan lebih dari 3.000 proyek di seluruh dunia.

Pada bulan Juli 2023, Terra Drone memperoleh sebagian besar saham unifly, penyedia platform UTM terkemuka di dunia, dan memperluas kemampuannya melalui investasi dalam teknologi yang berbasis di AS pada Februari 2024. Terra Drone secara resmi dicatat di Pasar Pertumbuhan Bursa Efek Tokyo (278A) pada November 29, 204 sebagai sebagai peringkat pertama di Tokyo Stock Exchange Grower (278A) pada November 29, 204 sebagai sebagai peringkat pertama di Tokyo Stock Exchange Drugs (278A) pada November 29, 204 sebagai as a first A DROMIDER (278A) pada November 29, 204 sebagai as rerpor pertama.

Selama lima tahun berturut -turut, Terra Drone termasuk dalam tiga teratas dari penyedia layanan drone drone drone drone terbaik, dan terus membangun infrastruktur digital yang diperlukan untuk mengoptimalkan potensi solusi drone dan AAM.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi:

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB