Pemerintah Provinsi NTT bersama dengan VCA Indonesia mengadakan dialog kebijakan perubahan iklim pada 19-20 Mei 2025 yang menghasilkan rencana aksi kolaboratif, seperti persiapan peraturan pengakuan masyarakat setempat, konservasi laut berbasis lokal, dan pengolahan limbah plastik. Dialog ini juga mendorong integrasi aksi iklim ke dalam dokumen perencanaan regional dan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah dan VCA sepakat untuk memperkuat kerja sama untuk menangani perubahan iklim secara adil dan berdasarkan pengetahuan lokal.
Kupang, 22 Mei 2025 – Dialog kebijakan yang dipegang oleh pemerintah provinsi NUSA Tenggara Timur dengan suara -suara untuk aksi iklim (VCA) Indonesia yang adil telah menghasilkan berbagai rencana aksi bersama. Dialog yang mengambil tema “Mendorong Kebijakan Adaptasi Perubahan Iklim dalam Keadilan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia” diadakan pada 19-20 Mei 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam dialog kebijakan diikuti oleh pemerintah provinsi dan perwakilan dari 18 peralatan regional kabupaten/kota di seluruh NTT dan juga perwakilan VCA Indonesia, telah menghasilkan berbagai rencana aksi iklim yang akan dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif.
Rencana aksi iklim termasuk mendorong persiapan peraturan regional mengenai pengakuan dan perlindungan komunitas hukum adat, pembangunan konservasi laut berdasarkan kebijaksanaan lokal, untuk pengadaan mesin pengolahan limbah plastik. Dalam dialog, berbagai upaya untuk memobilisasi aksi iklim bersama dan keterlibatan berbagai pihak dalam implementasinya nanti.
SHERLY S. WILA HUKY, ST. Kepala Kontrol dan Perlindungan DLHK, Provinsi NTT berharap bahwa hasil diskusi selama dua hari tidak akan berhenti di catatan atau dokumen saja, tetapi sebenarnya diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan regional.
“Kolaborasi antara pemerintah, CSO, dan mitra pembangunan sangat penting untuk memastikan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim adalah nyata,” katanya.
Dia juga menekankan bahwa pemerintah provinsi NTT siap untuk mendukung proses integrasi, untuk pembenaran teknis dalam persiapan dokumen seperti Rencana Pengembangan Jangka Medium Regional (RPJMD). “Di masa depan, mari kita terus mempertahankan komunikasi dan kerja sama sehingga langkah -langkah yang telah dimulai dapat berlanjut dan berdampak,” lanjutnya.
Hasil dialog kebijakan sesuai dengan tujuan acara yang ingin mendorong berbagai tindakan dan solusi iklim yang sejak 2021 telah dilakukan oleh VCA Indonesia. Berbagai praktik, baik solusi iklim berbasis lokal, diharapkan dapat diadopsi dan digandakan oleh pemerintah provinsi dan Kabupaten/Kota dalam berbagai kebijakan yang terkandung dalam RPJMD.
Sardi Winata, Koordinator Nasional Koalisi Adaptasi Salah satu perwakilan dari Koalisi VCA Indonesia menyambut hasil dialog kebijakan. Dia berharap hasil dialog ini dapat diimplementasikan di tingkat distrik/kota.
“Dialog selama dua hari telah menghasilkan rencana yang baik bagi NTT untuk beradaptasi dengan perubahan iklim, dan membangun berbagai solusi iklim berbasis pengetahuan lokal,” katanya.
VCA Indonesia dalam penutupan acara dialog juga menyatakan penghargaannya kepada pemerintah provinsi NTT yang membuka tangannya untuk berkolaborasi dalam menanggapi perubahan iklim. Ini sesuai dengan komitmen Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena yang dalam pembukaan acara dialog menyatakan masalah perubahan iklim adalah tantangan mendesak yang harus ditanggapi oleh pemerintah provinsi NTT.
“Kolaborasi ini merupakan langkah maju bagi NTT dan bagi Indonesia untuk menanggapi perubahan iklim. Ini adalah bentuk pengakuan pemerintah atas berbagai program yang telah dilakukan oleh VCA Indonesia,” pungkasnya.
Tentang Suara untuk Just Cyclime Action (VCA) Indonesia
Aliansi VCA (Voices for Just Climate Action) Indonesia adalah aliansi yang terdiri dari daerah kumuh internasional penghuni, selatan-selatan-utara, WWF, dan yayasan inovasi humanis dan sosial, untuk membawa suara global dan lokal dengan menghubungkan berbagai organisasi masyarakat sipil yang mewakili perempuan, pemuda, masyarakat adat, miskin urban, miskin urban, aktivis digital, dan banyak lagi. VCA dilakukan untuk mempengaruhi amplifikasi aksi iklim berbasis lokal dan memainkan peran penting dalam debat iklim global. Saat ini Program VCA Indonesia dilakukan di East Nusa Tenggara (NTT) oleh Yayasan Inovasi Humanis dan Sosial bersama dengan empat koalisi yang terdiri dari koalisi makanan yang baik, koalisi sipil, koalisi adaptasi dan orang muda untuk perubahan iklim (kopi).
—
RakyatPos Borneo










