Pasukan Israel menyerang pedesaan Quneitra Selatan dan menculik dua warga sipil

- Jurnalis

Sabtu, 10 Mei 2025 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Damaskus, (pic)

Patroli Angkatan Darat Israel menyusup ke pertanian al-Hanout di Kota Saida, yang terletak di pedesaan selatan Quneitra, di Suriah selatan pada hari Sabtu fajar dan menculik dua penduduk setempat. Kedua pria itu dibawa ke puncak yang diduduki Golan.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penduduk kota melaporkan bahwa patroli menggerebek pertanian sekitar jam 2 pagi, menculik seorang pria dan keponakannya, dan membawa mereka ke wilayah Suriah yang diduduki. Nasib mereka tetap tidak diketahui.

Operasi ini didahului oleh serangan beberapa kendaraan militer dan tank-tank Israel pada hari Jumat ke daerah-daerah di Ruwayhina, al-Adnaniyah, dan Bendungan Al-Mantra. Rekaman sipil menangkap patroli Israel yang menghentikan dua orang dengan sepeda motor, yang membuat mereka mencari sebelum melepaskannya. Pasukan Israel juga terlihat untuk pertama kalinya mengibarkan bendera Israel atas situs yang mereka tangkap di Tel al-Ahmar di pedesaan Quneitra-Pesan yang jelas kepada penduduk setempat bahwa situs tersebut sekarang berada di bawah kendali Israel.

Warga mengatakan bahwa daerah itu mengalami pelanggaran harian oleh Tentara Pendudukan Israel, menyebabkan ketakutan dan kecemasan terus menerus antara penduduk setempat dan mengganggu pekerjaan sehari -hari petani dan gembala.

Mereka juga mencatat bahwa pasukan Israel telah merebut tanah besar di dekat strip perbatasan dan di sekitar posisi militer, kecuali penduduk dari mendekati daerah -daerah ini dalam kisaran 200 hingga 300 meter. Pasukan penjaga perdamaian PBB telah menempatkan tanda -tanda peringatan yang melarang masuk dan membuat penduduk setempat bertanggung jawab jika mereka melintasi batas baru di tanah mereka sendiri.

Pasukan pendudukan sering mengeluarkan peringatan kepada mereka yang mendekati dengan menembakkan tembakan peringatan ke udara atau secara langsung menargetkan domba dan kambing, membunuh beberapa dari mereka. Di sisi lain, pasukan Israel mencoba hampir setiap hari untuk memenangkan penduduk dengan menawarkan makanan, obat -obatan, dan bantuan medis -banyak ditolak oleh penduduk setempat dan memicu permusuhan berkelanjutan dan tindakan pembalasan terhadap pasukan pendudukan.

Gubernur Quneitra mencakup sekitar 1.200 kilometer persegi, tetapi dua pertiga dari 800 kilometer persegi berada di bawah kendali Israel sejak 1967. Yang ketiga tersisa di bawah kedaulatan Suriah, dengan pasukan PBB hadir di zona penyangga.

Gubernur berlokasi strategis, menghubungkan Damaskus dengan Palestina, Lebanon dan Jordan. Ini juga memiliki geografi yang khas, dengan bukit-bukit vulkanik yang tidak aktif seperti Tel al-Sha'ar dan Tel al-Ahmar yang mengelilingi kota Quneitra, sementara Gunung Hermon (Jabal al-Sheikh) mengelilingi para gubernur daerah yang secara historis digunakan untuk tujuan militer selama perang masa lalu.

Jaringan RakyatPos.id.com



RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB