JAKARTA, 22 Mei 2025 – Maxy Academy bekerja sama dengan TBN Indonesia dengan berhasil mengadakan lokakarya eksklusif berjudul “Prompt Mastery & Flows Logic: Build AI Flow Without Coding” yang terjadi di Tim Hub Impact Indonesia, Central Jakarta.
Kegiatan ini terjadi dari 09.00 hingga 13.00 WIB dan diikuti oleh para profesional muda, pemain industri, kepada para pendidik yang antusias untuk memahami penerapan kecerdasan buatan secara praktis dan aplikatif, tanpa memerlukan latar belakang teknis dalam pemrograman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui AI Flows Prompt Engineering dan pendekatan berbasis logika, peserta diundang untuk mengeksplorasi bagaimana AI dapat digunakan untuk membangun alur kerja pintar yang relevan dengan kebutuhan bisnis, pendidikan, ke sektor sosial.
Sesi pelatihan ini diatur secara langsung dan interaktif, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan wawasan konseptual, tetapi juga segera mempraktikkan pembuatan aliran AI secara mandiri.
Di tengah tingkat adopsi teknologi yang lebih cepat, literasi AI adalah kompetensi penting di seluruh bidang. Laporan McKinsey pada tahun 2024 menunjukkan bahwa lebih dari 60% pekerjaan di Indonesia memiliki potensi untuk dipengaruhi oleh otomatisasi, sementara tingkat pemahaman dasar AI masih relatif rendah di antara tenaga kerja.
Menyadari tantangan -tantangan ini, pelatihan ini disajikan sebagai ruang belajar yang inklusif untuk menjembatani kesenjangan keterampilan digital.
“Kami percaya bahwa akses ke teknologi tidak boleh dibatasi hanya untuk mereka yang menguasai pengkodean. Dengan pendekatan berbasis logika dan logika, kami ingin membuka jalan sehingga lebih banyak orang dapat secara aktif terlibat dalam transformasi digital,” kata Isaac Munandar, CEO & salah satu pendiri Maxy Academy dalam sesi wawancara yang diadakan setelah acara tersebut.
Sejalan dengan itu, Sydney Rosalind, manajer pemasaran Maxy Academy, menekankan pentingnya kecepatan dan akurasi dalam penerapan AI. “AI yang diterapkan bukan tentang siapa yang paling baik, tetapi siapa yang tercepat dan paling tepat untuk menggunakan AI. Jadi lembaga sekarang harus mulai beradaptasi dengan AIent AI sebagai bagian dari transformasi operasional,” jelasnya.
Sementara itu, dari sisi teknis, Nathanael Abelito Leo, pengembang fullstack Maxy Academy, melihat potensi AI agen sebagai solusi lintas -fungsional. “Ini dapat diikuti oleh semua lini divisi. Baik organisasi internal dan eksternal dapat menggunakan AI agen ini untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas,” katanya.
Sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi yang telah dibangun, semua peserta mendapatkan sertifikat penyelesaian dan lencana digital yang dapat digunakan sebagai bukti keahlian dalam bidang AI dasar.
Maxy Academy berkomitmen untuk terus menyajikan pelatihan yang relevan dengan zaman, serta membangun ekosistem pembelajaran teknologi yang memberdayakan lebih banyak individu dan komunitas di seluruh Indonesia.
RakyatPos Borneo










