Memperkuat Digitalisasi, TP-PKK Payakumbuh Kunjungi Surabaya Pelajari Aplikasi Sicantik

- Jurnalis

Jumat, 9 Mei 2025 - 21:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya-Pekerjaan Tim Mobilisasi Pemberdayaan Kota Payakumbuh dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), NY. Eni Muis Zulmaeta, melakukan kunjungan kerja ke Surabaya City TP-PKK, Rabu (07/07/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola organisasi sambil mempelajari inovasi digital dalam pemberdayaan masyarakat yang telah diterapkan di Surabaya.

Kegiatan ini terjadi selama implementasi Asosiasi Pemerintah Nasional (MUNAS) dari All Indonesian City Government Association (APEKSI) yang diadakan di kota Surabaya, Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Kota Surabaya TP-PKK, NY. Rini Indriyani Eri Cahyadi, menerima kelompok itu langsung dari Payakumbuh di kantor TP-PKK Kota Surabaya.

Dalam sambutannya, Rini menyambut kunjungan itu dan menekankan komitmennya untuk terus membuka antara daerah.

“Kami sangat terbuka untuk menerima kunjungan dari TP-PKK regional lainnya. Semoga kunjungan ini akan menjadi awal dari kerja sama yang lebih dekat. PKK bukan hanya sebuah organisasi, tetapi gerakan bersama untuk memberdayakan keluarga dan masyarakat,” kata Rini.

Salah satu fokus utama pada kunjungan ini adalah mempelajari aplikasi Sicantik (PKK Activity Information System), sebuah platform digital dari kolaborasi Surabaya TP-PKK dengan Kantor Komunikasi dan Informasi Surabaya.

Aplikasi ini telah digunakan sebagai alat laporan dan pemantauan untuk kegiatan PKK secara digital ke tingkat desa.

Sementara itu, ketua kota Payakumbuh TP-PKK, NY. Eni Muis Zulmaeta, menghargai sambutan hangat dari tuan rumah dan menyatakan minatnya pada sistem digital yang diterapkan oleh Surabaya.

“Kami sangat terinspirasi oleh inovasi yang dilakukan oleh Surabaya City TP-PKK. Aplikasi Sicantik adalah bukti bahwa PKK dapat berubah secara digital tanpa meninggalkan nilai-nilai sosial dan budaya. Kami berharap dapat mengadopsi hal-hal serupa di Payakumbuh,” kata Eni.

Dia mengatakan bahwa kota Payakumbuh sebelumnya telah mengembangkan aplikasi Sipedati (Sistem Informasi PKK dan Dasawisma terintegrasi). Namun, implementasinya dihentikan karena dinamika perubahan kepala regional dan proses seleksi.

“Melalui kunjungan ini, kami ingin melihat secara langsung fitur superior yang dapat kami kembangkan dan adopsi sehingga speakati dapat kembali aktif dengan pembaruan yang relevan,” katanya.

Kunjungi aktivitas yang ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan tinjauan langsung aplikasi Sicantik. Kedua belah pihak juga berbagi praktik baik dalam mengelola kegiatan PKK berbasis data dan teknologi. (merah)

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB