Kebijakan Luar Negeri India Menuju Israel dan Palestina: Menyeimbangkan Diplomasi Global dan Kepentingan Nasional

- Jurnalis

Jumat, 2 Mei 2025 - 20:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Palestina, terutama di wilayah Gaza, telah memicu berbagai tanggapan dari masyarakat internasional-mencakup India, yang posisinya mencerminkan kebijakan luar negeri yang bernuansa dan terus berkembang, dibentuk oleh komitmen historis, nilai-nilai manusia, dan pertimbangan domestik. Kebijakan luar negeri India melawan Palestina telah lama mencerminkan kemitraan diplomatik dan perkembangan yang kuat, meskipun dinamika internal dan perubahan geopolitik juga menambah kompleksitasnya.

Komitmen Historis untuk Palestina

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dukungan India untuk perjuangan rakyat Palestina adalah mendasar dan telah berlangsung lama. Pada tahun 1974, India menjadi negara non-Arab pertama yang mengakui Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai satu-satunya perwakilan sah rakyat Palestina. India juga merupakan negara pertama yang mengakui negara Palestina pada tahun 1988.

Selama beberapa dekade, India secara konsisten mendukung Palestina di forum multilateral:

– India juga mensponsori dan memilih mendukung resolusi Majelis Umum PBB yang mendukung hak -hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri (misalnya, resolusi 74/139 pada tahun 2020).

-India mendukung pendapat Pengadilan Internasional tentang ilegalitas tembok pemisah Israel (resolusi ES-10/15, 2004).

-India memberikan suara untuk mendukung status Palestina sebagai negara pengamat non-anggota di PBB (Resolusi 67/19, 2012).

– Pada tahun 2011, India mendukung keanggotaan lengkap Palestina di UNESCO.

-India memimpin Komite Menteri Gerakan Non-Block (NAM) ke Palestina di KTT Nam VII di New Delhi pada tahun 1983.

Sebagai anggota Dewan Keamanan PBB, India terus melakukan dukungan untuk solusi negosiasi yang mengarah pada pembentukan negara Palestina yang berdaulat, mandiri, layak, dan bersatu yang hidup secara damai dengan Israel.

Kerja sama pembangunan dan bantuan kemanusiaan

Kemitraan Pembangunan India dengan Palestina lebih dalam melalui bantuan keuangan dan kerja sama teknis yang signifikan:

– Total bantuan pembangunan yang dicapai sekitar USD 141 juta, termasuk USD 39 juta dalam bentuk dukungan anggaran langsung kepada Otoritas Palestina.

– India juga menyediakan jalur kredit (jalur kredit) USD 50 juta pada Juli 2021 untuk proyek pembangunan berkelanjutan di Palestina.

-The main infrastructure projects that have been implemented include: Palestine-India Techno Park, Jawaharlal Nehru Library at Al Azhar Gaza University, Library and Student Activity Center for Mahatma Gandhi in Deir Al Balah, Information and Communication Technology Center (ICT) at Al Quds and Ramallah University, two schools built in 2015, as well as vocational training centers in Hebron and Yatta, India also won the Konstruksi Palestina Konstruksi di New Delhi.

Proyek yang sedang berjalan meliputi:

– Institut Diplomasi Tinggi Palestina.

– Pencetakan nasional di Ramallah.

– Rumah Sakit Super Spesialis di Ramallah.

– Pusat pemberdayaan wanita “Tarathi” di Gaza dan Ramallah.

-Pengembangan Infrastruktur Tersedia untuk Sekolah di beberapa wilayah Palestina.

India juga memberikan kontribusi yang signifikan kepada UNRWA (Badan Pengungsi Palestina di Timur Dekat):

– Menjadi anggota Komisi Penasihat UNRWA sejak 2020.

– Meningkatkan kontribusi tahunan dari USD 1,25 juta menjadi USD 5 juta pada 2018.

– Total kontribusi mencapai USD 36,5 juta dari tahun 2002 hingga 2023

Pendidikan, Beasiswa, dan Pengembangan Kapasitas

India mendorong hubungan antara masyarakat dan pengembangan kapasitas melalui berbagai beasiswa dan program pelatihan:

-CCR Beasiswa: 50 Kuota Beasiswa Setiap Tahun Untuk Program Sarjana, Pascasarjana dan Doktor di Universitas India. Lebih dari 170 siswa Palestina telah menerima beasiswa ini.

– Beasiswa Ayush: Kesempatan untuk mempelajari sistem pengobatan tradisional India seperti Ayurveda dan Yoga.

– Program ITEC: 168 slot pelatihan tahunan untuk para profesional Palestina di bidang -bidang seperti teknologi informasi, administrasi publik, energi terbarukan, kewirausahaan, dan kesehatan. Lebih dari 1.300 warga Palestina telah berpartisipasi dalam pelatihan ini.

– Program Pertukaran Pemuda India – Palestina dimulai pada 2017, dengan delegasi tahunan dari kedua negara yang memperkuat hubungan budaya dan diplomatik.

Pertemuan PM Modi dengan Presiden Mahmoud Abbas

Pada 22 September 2024, Perdana Menteri India Narendra Modi bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di sela -sela Majelis Umum PBB di New York. Selama pertemuan, Modi menyatakan keprihatinan yang mendalam atas krisis kemanusiaan di Gaza dan memburuk situasi keamanan. Dia mengulangi dukungan India untuk rakyat Palestina, termasuk bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan. Modi menyerukan gencatan senjata, pembebasan sandera, dan kembalinya semua pihak ke dialog dan diplomasi. Dia juga menekankan bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya cara yang layak untuk mencapai kedamaian dan stabilitas jangka panjang. India juga menyatakan dukungan untuk keanggotaan penuh Palestina di PBB.

Dinamika Domestik: Solidaritas Publik dan Sensitivitas Politik

Meskipun India secara internasional secara konsisten mendukung Palestina, di dalam negeri, ekspresi solidaritas di Palestina memunculkan dinamika yang kompleks. Pada Oktober 2023, siswa dari berbagai universitas di India mengadakan demonstrasi yang menyuarakan dukungan untuk Palestina dan mengutuk kekerasan di Gaza. Namun, bentuk solidaritas ini ditanggapi secara berbeda oleh otoritas di berbagai daerah. Di distrik Mumbai dan Udupi (Karnataka), pihak berwenang memberlakukan larangan pengibaran bendera Palestina karena alasan ketertiban umum. Di Udupi, seorang pejabat setempat dilaporkan merobek bendera Palestina dari tangan para demonstran. Sementara itu, di negara bagian Uttar Pradesh, tujuh Muslim ditangkap karena mengadakan tindakan pro-Gaza tanpa izin resmi dan karena mereka dianggap menggunakan simbol kontroversial.

Peristiwa ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh semua negara demokratis dalam menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan harmoni sosial. Demonstrasi publik mengenai masalah internasional yang sensitif sering menjadi perhatian karena berpotensi menyebabkan ketegangan domestik. Seperti di negara -negara demokratis lainnya, kebebasan berbicara bukanlah hak mutlak, dan pembatasan dapat dikenakan oleh otoritas lokal berdasarkan kondisi yang berlaku.

Kesimpulan

Posisi India -Konflik Israel -Palestina terus mencerminkan upaya untuk menyeimbangkan diplomasi berdasarkan prinsip -prinsip dengan stabilitas domestik. Di arena internasional, India secara konsisten menunjukkan dukungannya untuk perjuangan rakyat Palestina melalui bantuan kemanusiaan, kerja sama pembangunan, dan keterlibatan dalam forum multilateral yang mendorong visi perdamaian melalui dua solusi negara.

Di dalam negeri, India mengelola ekspresi opini publik dengan tujuan menjaga stabilitas sosial. Di semua negara demokratis, ada pembatasan kebebasan berekspresi, dan otoritas mengambil tindakan berdasarkan kondisi setempat. Ketika India terus melaksanakan dua tanggung jawab ini, posisinya akan mencerminkan aspirasinya sebagai kekuatan global yang bertanggung jawab serta komitmennya dalam mempertahankan kohesi nasional.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan di RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB