Kai menginformasikan bahwa layanan Jabodebek LRT, yang dipengaruhi oleh gangguan pasokan listrik di stasiun Cikunir 1 – stasiun Jati Mulya pada hari Sabtu (3/5) sore, kini telah kembali ke operasi normal. Kai meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pengguna selama gangguan. Gangguan yang terjadi sejak 16,55 WIB berhasil diatasi pada 18,35 WIB dan seluruh perjalanan Jabodebek LRT kembali dengan lancar tanpa hambatan.
Gangguan pasokan listrik mengakibatkan beberapa stasiun sub daya traksi (TPSS) tidak beroperasi, termasuk TPSS Depo, Jati Mulya, Bekasi, Bekasi Barat, dan Cikunir 2, yang berdampak pada operasi perjalanan Jabodebek LRT. Sebagai langkah dalam penanganan, pasokan listrik untuk mendukung operasi Jabodebek LRT dialihkan dari Cikunir 1 TPSS, tetapi meskipun pasokan listrik masih tersedia, operasi LRT tidak dapat berjalan secara optimal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
TPSS sendiri berfungsi untuk mengubah arus listrik dari PLN sebesar 20.000 volt menjadi tenaga operasional kereta dan sistem pendukung seperti sinyal dan keamanan.
Kai telah memberlakukan pola operasi teknik sementara perjalanan Jabodebek LRT di stasiun Cikunir 1 – Stasiun Jati Mulya (dan sebaliknya). Sekarang, seluruh perjalanan Jabodebek LRT telah kembali normal.
“Kami menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berterima kasih kepada pengguna yang telah menunjukkan kesabaran. Sekarang, operasi LRT Jabodebek telah kembali normal, dan kami berkomitmen untuk terus mempertahankan kualitas layanan kami,” kata manajer hubungan masyarakat LRT Jabodebek, mahendro trang bawono.
Kai berkomitmen untuk terus mempertahankan keandalan dan keamanan layanan Jabodebek LRT, serta memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi semua pengguna. Kai juga mengimbau semua pengguna untuk selalu berhati -hati dan mengikuti arahan petugas di stasiun atau selama perjalanan.
Siaran pers ini juga telah ditayangkan RakyatPos.id
—
RakyatPos Borneo










