Jambore Gruf 2025: Ratusan Orang Muda NTT menunjukkan aksi iklim, menekankan gerakan yang sedang berlangsung

- Jurnalis

Jumat, 2 Mei 2025 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ALOR, 29 April 2025 – Di tengah -tengah perubahan iklim yang semakin jelas, koalisi orang -orang muda untuk perubahan iklim (koalisi kopi) kembali mengadakan GRUF 2025 Jambore, sebuah festival komunitas tahunan yang membawa ratusan orang muda dari seluruh Nusa Tenggara Timur (NTT). Festival ini adalah ruang strategis untuk memperkuat inisiatif dan kolaborasi aksi iklim masyarakat di tingkat lokal.

Tahun ini, Gruf Jambore diadakan di Pantai Sepanjar, Alor Besar, Alor Regency, dengan tema “Taramiti Tominuku”, yang berarti tempat yang berbeda untuk hidup, tetapi satu hati – sebuah moto dari budaya komunitas Abui di Alor. Tema ini mencerminkan semangat kolektif untuk melindungi bumi sebagai rumah bersama, sambil menekankan peran penting orang muda NTT dalam menangani krisis iklim dan kebutuhan akan dukungan berkelanjutan dari pemerintah sehingga inisiatif ini terus berkembang.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jambore 2025 dibuka oleh Alor Bupati, Iskandar Lakamau SH, M.Sc, yang mengatakan bahwa Alor juga mulai merasakan dampak dari krisis iklim, dalam sambutannya, bupati Lakamau menghargai kekhawatiran kaum muda terhadap lingkungan dan menekankan harapan bahwa gerakan komunitas akan terus berlanjut. Dia juga menekankan bahwa visi besar pemerintah daerah Alor untuk menciptakan wilayah yang aman, maju, berkelanjutan, demokratis, dan damai.

“Bumi ini disimpan untuk anak -anak dan cucu kita, bukan warisan dari orang tua. Kita perlu menumbuhkan cinta lingkungan melalui tindakan konkret: menjaga kebersihan pantai dan sungai, serta menghentikan deforestasi,” kata bupati Lakamau. “Kerusakan lingkungan sama dengan merusak kehidupan itu sendiri.” Kata Iskandar Lakamau.

Dalam beberapa tahun terakhir, partisipasi kaum muda dalam upaya pelestarian lingkungan di NTT terus meningkat. Koalisi kopi sekarang telah mengumpulkan lebih dari 700 orang muda yang secara aktif berkampanye untuk masalah perubahan iklim di berbagai distrik di NTT, seperti di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sabu Raijua, Timor Tengah Utara, dan semua distrik di Pulau Flores. ​

Banyak komunitas muda memulai gerakan pendidikan iklim berbasis budaya lokal, mengangkat kebijaksanaan lokal untuk mendorong perubahan perilaku di tingkat akar rumput.

“Kami percaya, krisis iklim adalah masalah generasi saat ini, dan generasi kepulangan adalah yang paling siap untuk dijawab. Tugas kami adalah memastikan bahwa ruang penciptaan dan tindakan terbuka luas, dan membuat komunitas di NTT semakin percaya diri dalam membangun gerakan mereka dengan cara yang berkelanjutan,” kata Eda Magdalena Tuan, ketua komite eksekutif dari Cooperive.

Jambore Gruf 2025 juga menunjukkan kemandirian kaum muda dalam mengelola aksi iklim. Banyak peserta berbagi pengalaman membangun program berbasis masyarakat, mulai dari bank limbah desa dan taman konservasi, hingga pendidikan lingkungan di sekolah-sekolah lokal. Semua ini dilakukan dengan sumber daya yang terbatas, tetapi didorong oleh semangat kolaborasi yang kuat.

“Kaum muda tidak hanya memiliki energi, tetapi juga memiliki sensitivitas. Mereka melihat krisis iklim tidak hanya tentang statistik, tetapi masalah kehidupan sehari -hari mereka. Inilah yang membuat tindakan mereka sangat otentik,” kata perwakilan dari Yayasan Inovasi Humanis dan Sosial (Yayasan Humanis), pasangan yang mendukung Gruf Jambore ..

Melalui serangkaian peristiwa yang penuh dengan nilai -nilai budaya, pendidikan, dan tindakan konkret untuk iklim, jambore Gruf menjadi ruang pertemuan yang memperkuat solidaritas komunitas silang, memperkaya pengetahuan lokal, dan menginspirasi pergerakan kolektif kaum muda NTT dalam melindungi bumi dan merawat masa depan bersama.

Serangkaian kegiatan termasuk pembicaraan budaya dan perubahan iklim, berbagai lokakarya seperti pewarnaan alami benang tenun, mendongeng visual melalui teknik suara foto, terumbu karang, untuk kolase kain daur ulang. Peserta juga diundang untuk mengeksplorasi kekayaan Alor melalui kunjungan ke museum, pasar Alor Kecil tradisional, serta Mama Sariat Weaving Center.

Sebagai bagian dari komitmen nyata terhadap aksi iklim, setiap malam peserta Gruf Jambore menghitung jejak karbon dari aktivitas sehari -hari mereka. Hasil perhitungan ini akan dikonversi menjadi jumlah pohon yang akan ditanam, sebagai bentuk kontribusi nyata untuk mengimbangi emisi dan mengembalikan lingkungan.

Jambore Gruf akan ditutup dengan festival perayaan, menampilkan band -band lokal, tarian tradisional, seni yang terjadi, dan membaca puisi yang menandai semangat kolaborasi untuk merawat bumi dan membangun masa depan bersama.

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB