Drum laut di perairan Masalembu Madura: Isi di dalamnya luar biasa

- Jurnalis

Sabtu, 31 Mei 2025 - 01:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


East Java.Routerpost

Surabaya-unsiden menemukan drum yang diyakini mengandung 35 kilogram obat metamfetamin di perairan perairan barat daya Pulau Msalembu, Kabupaten Sumenep pada hari Rabu (5/28).

Kepala Polisi Masalembu Ipda Asnan menyatakan bahwa benda -benda terlarang ditemukan oleh empat nelayan dari Ambulung Hamlet, desa Sichajeruk, distrik Masalembu, yaitu Sirat (60 tahun), Naim (30 tahun), Fadil (25 tahun), dan master (40 tahun). Mereka menemukan benda ini dalam tong besi yang melayang sekitar 4 mil dari tepi laut saat memancing.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tabung itu diangkut ke pantai dan kemudian ditempatkan. Keesokan harinya, seorang nelayan membukanya karena rasa ingin tahu yang tinggi.

“Diidentifikasi 35 paket plastik, yang sebagian besar masih dalam kondisi baik. Paket -paket tersebut diperkirakan mengandung obat jenis metamfetamine,” jelas Asnan.

Berdasarkan hasil penemuan, nelayan yang mengungkapkan isi drum mengatakan kepada Koramil 0827/22 Masalembu. Informasi ini kemudian diserahkan ke kantor polisi Masalembu.

Polisi dan anggota TNI dengan cepat bergegas ke tempat kejadian untuk memastikan keselamatan bukti dan mendapatkan informasi lebih lanjut dari saksi.

“Bukti yang disita termasuk drum dan 35 paket narkoba telah berhasil disita dan direncanakan akan dikirim ke Polisi Regional Sumenep untuk pemeriksaan laboratorium,” katanya.

Sampai sekarang, polisi masih menyelidiki asal mula benda ilegal dan memeriksa sejumlah saksi.

Temuan ini memperluas deretan kasus penyelundupan narkoba yang terkait dengan rute laut di sekitar perairan Madura.

Gugus Tugas Bersama antara TNI dan Polri meminta agar publik segera memberi tahu apakah mereka menemukan benda -benda yang mencurigakan di perairan.

(Mcr23/jpnn)

Jaringan RakyatPos.id.com

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB