22 Mei, pelindung menyebut pentingnya melindungi habitat untuk masa depan alam

- Jurnalis

Senin, 26 Mei 2025 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, 22 Mei 2025 – Memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional yang jatuh pada 22 Mei, melindungi seruan tentang pentingnya perlindungan habitat alami sebagai fondasi untuk kelangsungan hidup berbagai spesies, termasuk manusia.

Tahun ini, peringatan global mengangkat tema “menjadi bagian dari rencana”, yang menekankan kolaborasi semua elemen masyarakat dalam mempertahankan dan memulihkan keanekaragaman hayati di tengah -tengah krisis iklim dan kerusakan ekosistem yang terus meningkat.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai organisasi konservasi yang berfokus pada pemulihan hutan dan pemberdayaan masyarakat, melindunginya menyoroti bahwa degradasi habitat tidak hanya mengancam spesies flora dan fauna, tetapi juga melemahkan keamanan pangan, kesehatan, ekonomi masyarakat lokal yang bergantung pada sumber daya alam.

“Protikihutan percaya bahwa pelestarian keanekaragaman hayati dimulai dari perlindungan habitatnya. Hutan tidak hanya rumah bagi spesies lain, tetapi juga dukungan dari kehidupan kita bersama. Memulihkan dan memelihara habitat berarti menjaga masa depan bersama,” kata Miftachur “Ben” Robani, CEO Protected.

Indonesia sebagai negara keanekaragaman megabiod memiliki lebih dari 17% spesies dunia, tetapi juga berada di bawah tekanan serius. Data dari Global Forest Watch menunjukkan bahwa dalam dua dekade terakhir, Indonesia kehilangan lebih dari 28 juta hektar tutupan hutan. Sementara itu, hilangnya ekosistem alami mengancam 1 dari 4 spesies endemik di Indonesia dalam kategori terancam punah menurut daftar merah IUCN.

Melalui lebih dari 36 lokasi penanaman aktif di seluruh Indonesia, Dindungihutan berkontribusi pada pemulihan habitat kritis, mulai dari hutan bakau pesisir yang penting bagi burung migran dan biota laut, hingga hutan hujan tropis dataran rendah yang merupakan rumah bagi berbagai spesies endemis.

Hingga Mei 2025, sebanyak 1 juta pohon telah ditanam dengan lebih dari 600+ kolaborator dan mitra sukarela. Dari perkiraan konservatif, pohon-pohon ini memiliki potensi untuk menyerap lebih dari 48,9 ribu ton karbon yang setara selama pertumbuhannya, serta menciptakan kembali koridor hijau dan perlindungan alami dari ancaman perubahan iklim.

Hari keanekaragaman hayati adalah momentum penting untuk mengingatkan bahwa krisis lingkungan tidak dapat diobati secara terpisah. Kerusakan pada habitat, perubahan iklim, dan kepunahan spesies adalah masalah yang saling terkait.

“Melindungi habitat tidak hanya tanggung jawab lembaga konservasi, tetapi membutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak, termasuk individu, komunitas, sektor swasta, kepada pemerintah. Kita semua adalah bagian dari rencana besar untuk melindungi bumi,” tambah Ben.

Sebagai bagian dari kampanye pendidikan publik, Protikihutan juga mengundang masyarakat untuk terlibat melalui tindakan konkret seperti adopsi pohon, pendidikan lingkungan, dan dukungan untuk manajemen area berbasis masyarakat. Keanekaragaman hayati yang berkelanjutan adalah warisan yang harus dipertahankan untuk generasi saat ini dan mendatang.

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB