WSBP Net Cash Positif, Pendapatan Pelanggan tumbuh 19,62% sepanjang tahun 2024

- Jurnalis

Kamis, 17 April 2025 - 05:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prestasi ini adalah hasil dari upaya manajemen yang cermat dan selektif dalam mengikuti tender proyek. WSBP menjalankan serangkaian langkah strategis seperti mengidentifikasi proyek risiko potensial, mengevaluasi kredibilitas pelanggan, memastikan dana yang cukup, dan membentuk tim khusus untuk piutang penagihan. Upaya ini membantu perusahaan lebih tepat dalam memilih proyek dan mendukung stabilitas keuangan secara keseluruhan.

“Strategi kami telah berfokus pada keberlanjutan dan mitigasi risiko sejak awal proses tender. Dengan secara selektif memilih proyek keuangan secara finansial dan operasional, kami dapat mempertahankan arus kas yang positif dan membangun fundamental bisnis yang lebih kuat,” kata Fandy Dewanto, kepala Divisi Sekretaris Korporasi WSBP.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tunai bersih yang diperoleh kemudian digunakan secara optimal untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan memenuhi kewajiban pembayaran kepada kreditor, terutama dalam konteks menyelesaikan tahap arus kas yang tersedia untuk layanan utang (CFADS) Fase 3, 4, dan 5. Langkah ini juga menunjukkan komitmen WSBP dalam mempertahankan integritas keuangan dan meningkatkan kepercayaan diri para pemangku kepentingan.

Sepanjang tahun 2024, WSBP berhasil mencatat nilai kontrak baru (NKB) sebesar RP2,37 triliun dari berbagai lini bisnis. Garis pracetak menyumbang RP860,85 miliar, diikuti oleh jalur Readymix & Quarry sebesar RP913,16 miliar, layanan konstruksi & instalasi RP574,5 miliar, dan jalur penyewaan perangkat RP20,23 miliar. Kontrak baru ini diperoleh dari sumber eksternal dan internal, dengan kontribusi eksternal 62,65% dan internal (dari Waskita Group) 37,35%. Prestasi ini menunjukkan bahwa saat ini WSBP semakin dipercaya oleh pasar di luar kelompok Waskita, yang tercermin dalam dominasi nilai kontrak eksternal dalam akuisisi NKB pada tahun 2024.

Keberhasilan WSBP mencapai kontrak eksternal yang lebih tinggi daripada internal untuk menjadi indikator positif dari meningkatnya daya saing perusahaan dalam industri konstruksi dan infrastruktur. Ini membuktikan bahwa WSBP tidak hanya mampu mempertahankan kepercayaan dari Waskita Group sebagai bisnis induk, tetapi juga berhasil memperluas portofolio pelanggan di pasar eksternal.

Dominasi nilai kontrak eksternal mencerminkan posisi WSBP yang semakin kuat sebagai mitra strategis tepercaya untuk berbagai proyek nasional maupun swasta, baik untuk kebutuhan pracetak, readymix, untuk layanan konstruksi.

As for several projects outside the Waskita Group obtained, namely the Palembang-Betung toll road project section 3 Pangkalan Balai Betung owned by PT Hutama Karya, the Palembang Junction Development Project on the Trans Sumatra Toll Road the Simpang Indralaya-Muara Enim Toll Road owned by PT Hakaaston, the NCICD Phase A Coastal Safety Development Project Location 1 Package 2 owned by PT Trico Wana, Distrik 18 Pik 2 yang dimiliki oleh pameran PT Industri Nusantara, Sumbawa LNG/Terminal gas alam cair (gas alam cair) dan proyek regasifikasi yang dimiliki oleh PT JGC Indonesia, dan berbagai proyek lainnya.

“Kepercayaan pasar eksternal adalah sinyal positif untuk keberlanjutan bisnis WSBP. Ini menunjukkan bahwa strategi selektif yang kami terapkan tidak hanya efektif, tetapi juga memperkuat posisi WSBP sebagai mitra konstruksi yang andal dan kredibel,” tambahnya.

WSBP terus berkomitmen untuk menjalankan operasi bisnis dengan mempromosikan tata kelola perusahaan yang baik dan manajemen risiko yang terukur. Semua kebijakan diambil secara transparan, bertanggung jawab, dan kepatuhan terhadap peraturan, untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan yang didasarkan pada kehati -hatian.

Tentang Pt Waskita Beton Pracast TBK

WSBP didirikan pada 7 Oktober 2014 sebagai salah satu anak perusahaan Pt Waskita Karya (Persero) TBK. Pada 20 September 2016, WSBP mencatat sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan menjadi perusahaan publik. WSBP terus mengkonfirmasi posisinya sebagai salah satu perusahaan manufaktur beton pra-cetak terbesar di Indonesia melalui kontribusinya terhadap berbagai proyek infrastruktur di negara ini. Saat ini WSBP memiliki tanaman pracetak dan tanaman batching yang tersebar di seluruh Indonesia.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan di RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB