Dewan Pusat Asosiasi Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas dugaan pelanggaran etis dan tindakan pelecehan seksual oleh seorang dokter kandungan dan spesialis ginekologi dengan inisial MSF, seperti yang dilaporkan secara luas di media sosial.
Acara ini tidak hanya menodai nama -nama individu yang bersangkutan, tetapi juga memiliki potensi untuk mengurangi kepercayaan publik pada profesi dokter dan merusak organisasi Pogi yang telah dijaga dengan integritas. Menanggapi hal ini, Pogi secara resmi menyatakan sikap dan komitmen organisasi terhadap etika profesional dan perlindungan pasien, terutama wanita, dalam semua praktik layanan kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prof. Dr. Dr. Yudi M. Hidayat, Sp.og., subsp. Onk, Dmas, M. Kes., Sebagai Ketua Pogi, menyatakan, “Kami tidak mentolerir pelanggaran martabat pasien dan akan menindaklanjuti kasus ini dengan keseriusan penuh dan mendukung proses hukum yang berlaku.”
Surat itu bernomor 055/int-ketum/IV/25 ditandatangani oleh Prof. Dr. Dr. Yudi M. Hidayat, Sp.og., subsp. Onk, Dmas, M.Kes. Sebagai Ketua Pogi, dan Dr. Dr. Surahman Hakim, Sp.og., subsp. Urogin re., Mph sebagai sekretaris jenderal pogi.
Berikut ini adalah konten lengkap dari pernyataan resmi Manajemen Pusat Pogi:
Pernyataan Sikap Dewan Pusat Asosiasi Obstetri dan Ginekologi Indonesia
Dengan ini, kami, Dewan Pusat Asosiasi Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), menyatakan komitmen dan sikap tegas kami terhadap semua bentuk pelecehan seksual yang mungkin terjadi dalam praktik layanan kesehatan untuk pasien wanita.
Kami berpegang pada nilai -nilai etika profesional yang ditegakkan dalam etika dan pedoman profesional untuk kebidanan dan ginekologi di Indonesia, serta memprioritaskan rasa hormat dan perlindungan hak -hak perempuan.
Kami menggarisbawahi itu:
- Keamanan pasien adalah prioritas utama
Setiap anggota POGI harus memprioritaskan keselamatan pasien dalam setiap aksi medis, sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 5 Pedoman Etika. Ini termasuk perlindungan dari semua bentuk kekerasan, termasuk pelecehan seksual, yang dapat membahayakan pasien dan melukai kepercayaan mereka.
- Prinsip profesional dan etika
Anggota POGI diharuskan untuk mematuhi Kode Etika Medis Indonesia dan Pedoman Etika POGI. Setiap spesialis kebidanan dan ginekologi berkomitmen untuk melakukan praktik medis dengan integritas penuh, menjaga martabat pasien, dan menyediakan layanan berkualitas tanpa diskriminasi atau perawatan merendahkan.
- Sikap terhadap pasien wanita
Sikap dan perilaku dokter terhadap pasien wanita harus didasarkan pada rasa hormat dan empati. Dalam setiap interaksi, kami percaya bahwa pendekatan humanistik itu penting, memastikan bahwa pasien merasa aman, dihargai, dan diperlakukan dengan baik.
- Lingkungan yang aman dan nyaman untuk pasien
Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman di setiap ruang latihan. Ruang layanan harus menjaga privasi dan kerahasiaan pasien, dan bantuan oleh petugas kesehatan yang tepat akan selalu dilakukan.
- Tindakan tegas terhadap pelanggaran
Kami akan menindaklanjuti setiap laporan tentang pelecehan seksual secara serius dan disiplin, sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam pedoman etika. Pogi tidak akan mentolerir pelanggaran etika profesional dan akan memberikan sanksi ketat kepada para pelanggar. POGI mendukung proses hukum pelanggaran sesuai dengan peraturan yang berlaku.
- Pendidikan dan Advokasi
Sejalan dengan kewajiban untuk memajukan pendidikan kedokteran (Bab XIV), kami berkomitmen untuk terus mendidik anggota tentang pentingnya mempertahankan etika dan hak asasi manusia dalam layanan kesehatan. Kami percaya bahwa dengan pengetahuan yang tepat, setiap anggota dapat berkontribusi untuk mencegah dan melawan pelecehan seksual.
- Menghormati hak pasien
Dalam melaksanakan tugas kami, kami akan selalu menghargai martabat dan martabat setiap wanita, serta memperjuangkan hak mereka atas layanan kesehatan yang aman dan berkualitas, sesuai dengan tujuan Pogi sebagai pendukung kesehatan reproduksi.
Kami percaya bahwa dengan komitmen yang kuat dan tindakan konkret dari setiap anggota POGI, kami dapat bersama -sama menciptakan lingkungan yang aman dan sehat untuk semua wanita yang mencari layanan kesehatan.
Surat dapat diakses melalui https://s.id/pernutanpogi
Dikutip dari: https://www.pogi.or.id/r/138/pernutan-sikap-pogi-atas-tuan-peak-ethics-iheh-oknum-dokter-specialis-obstetri-and-ginecology
Tentang Asosiasi Obstetri dan Ginekologi Indonesia (Masyarakat Obstetri dan Ginekologi Indonesia)
Asosiasi Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) atau Masyarakat Obstetri dan Ginekolog Indonesia (ISOG) adalah satu -satunya organisasi profesional yang menaungi spesialis spesialis dan spesialis ginekologi di Indonesia. Didirikan pada 5 Juli 1954 di Jakarta dan disahkan melalui Notaris Akta No. 28 Juni 2001, Pogi terus memperkuat perannya dalam meningkatkan kesehatan reproduksi wanita Indonesia melalui pengabdian ilmiah, layanan, dan advokasi kebijakan publik.
Saat ini, Pogi dipimpin oleh Ketua Umum, Prof. Dr. Dr. Yudi M. Hidaya, Sp.og., subsp. Onk, DMAS, M.Kes., Untuk periode layanan 2022-2025. Di bawah kepemimpinannya, organisasi ini membawa visi untuk menjadi pelopor dalam memperjuangkan hak kesehatan reproduksi untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal di Indonesia.
Dengan sekitar 5.000 lebih banyak dokter di seluruh Indonesia, Pogi telah menjadi pelopor dalam memperjuangkan layanan kesehatan wanita yang berkualitas, etis, dan profesional. Organisasi ini aktif dalam menumbuhkan profesionalisme para anggotanya berdasarkan pada nilai-nilai mulia budaya negara, mengembangkan pendidikan dan penelitian, dan memperkuat kemitraan lintas sektoral.
Komitmen Pogi terhadap pembangunan nasional tercermin dalam kontribusinya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), terutama dalam upaya mengurangi kematian ibu dan bayi. Melalui penguatan sumber daya manusia dan kolaborasi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi nasional dan internasional, POGI terus berperan dalam membangun sistem kesehatan yang kuat dan inklusif.
Pogi percaya bahwa dari wanita sehat akan dilahirkan sebagai generasi masa depan yang berkualitas. Dengan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara, semua anggota Pogi bertekad untuk melanjutkan cita -cita perjuangan dalam mewujudkan kehidupan orang -orang sehat, adil dan makmur di negara bagian Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Konstitusi 1945.
Siaran pers ini juga telah ditayangkan RakyatPos.id
—
RakyatPos Borneo










