Jabodebek LRT terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan transportasi umum yang modern, aman dan nyaman bagi masyarakat. Sebagai mode kereta otomatis pertama di Indonesia yang beroperasi tanpa masinis, Jabodebek LRT bergantung pada teknologi canggih untuk mendukung operasi yang efisien dan tepat waktu. Di tengah -tengah kemajuan ini, kehadiran petugas terlatih tetap menjadi bagian penting dari memberikan layanan terbaik kepada pengguna.
Di setiap seri Jabodebek LRT, hadirin hadir sebagai penjaga depan di kereta. Meskipun sistem berjalan secara otomatis, keberadaan kereta yang hadir memastikan bahwa pengguna masih mendapatkan bantuan atau layanan bantuan, serta rasa aman selama perjalanan. Mereka juga memiliki peran penting dalam menangani kondisi darurat atau gangguan operasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini, Jabodebek LRT menugaskan 121 atendant Train yang telah disertifikasi sebagai kru kereta api otomatis oleh Kementerian Transportasi. Sebelum bertugas, pelatihan Atendant menjalani pelatihan intensif yang mencakup teori, praktik, dan simulasi penanganan kondisi darurat. Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka mengikuti proses sertifikasi resmi untuk melaksanakan tugas mereka sesuai dengan standar keselamatan dan layanan yang berlaku.
Pelayan Train memiliki tanggung jawab utama untuk memastikan bahwa seluruh perjalanan berjalan dengan lancar dalam hal kenyamanan operasional dan pengguna. Mereka memberikan informasi, membantu pengguna prioritas seperti orang tua, wanita hamil, dan penyandang cacat, dan siap menangani berbagai kebutuhan di kereta. Jika ada hambatan teknis, mereka telah dilatih untuk mengambil alih kontrol kereta secara manual.
Sebelum bertugas, pelayan kereta diminta untuk hadir selambat -lambatnya 60 menit sebelum keberangkatan kereta. Selama waktu ini, mereka menjalani pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi fisik yang sangat baik, serta melakukan penilaian pra-layanan bersama dengan pengawas yang terkait dengan hal-hal khusus di lapangan, termasuk informasi operasional terbaru yang perlu diperhatikan. Setelah naik ke kereta, petugas kereta akan memeriksa peralatan komunikasi darurat dan berkoordinasi dengan Operations Control Center (OCC) sebelum kereta berangkat.
Selama jam -jam resmi, pelayan kereta tetap di kereta sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Mereka bekerja untuk mengikuti ketentuan waktu kerja yang ideal, yaitu enam jam per hari, sebagaimana ditentukan dalam Peraturan Perburuhan dan Internal Kai.
Keberadaan petugas kereta api di sistem operasi otomatis Jabodebek LRT juga mengacu pada standar internasional untuk layanan berbasis teknologi Goa3 (Grade of Automation 3). Standar ini memang masih menempatkan personel di kereta sehingga layanan berjalan secara optimal dan respons terhadap keadaan darurat dapat dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi.
Wakil Presiden Eksekutif Jabodebek LRT, Mochamad Purnomosidi menekankan bahwa pelayan yang hadir adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem layanan Jabodebek LRT. “Kami menggabungkan teknologi dan layanan manusia untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang tidak hanya efisien, tetapi juga pribadi dan aman untuk setiap pengguna,” katanya.
Melalui peran aktif pelayan kereta api, LRT Jabodebek membuktikan bahwa transportasi modern tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kehadiran orang -orang yang memiliki dedikasi tinggi untuk memberikan layanan terbaik. Kolaborasi antara sistem otomatis dan layanan langsung diharapkan dapat menciptakan standar baru di dunia transportasi umum di Indonesia.
Siaran pers ini juga telah ditayangkan di RakyatPos.id
—
RakyatPos Borneo










