Mencegah abrasi, penanaman saham 3.000 hutan bakau di pantai Semarang

- Jurnalis

Selasa, 29 April 2025 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perusahaan keuangan digital, saham, sekali lagi menunjukkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Berkolaborasi dengan Tunungihutan, saham menanam 3.000 biji mangrove di Pantai Mangunharjo, distrik Tugu, Kota Semarang (15/4).

Penanaman pohon ini adalah bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan untuk mendukung keberlanjutan.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami percaya bahwa pertumbuhan finansial dan tanggung jawab lingkungan dapat berjalan seiring. Sebagai perusahaan yang terlibat dalam keuangan digital, kami memahami pentingnya berinvestasi dalam keberlanjutan jangka panjang – tidak hanya di pasar, tetapi juga di planet kami,” Andrea F, PR Specialist Stockity, mengatakan kepada dilindungi (18/4).

Pantai Mangunharjo dipilih sebagai lokasi menanam Karana termasuk daerah abrasi -rawan. Garis pantai di daerah ini semakin menyusut untuk meninggalkan jarak 1 km dari daerah perumahan. Tanaman pohon dianggap sebagai langkah pencegahan untuk menahan erosi pantai di wilayah ini.

“Menanam pohon adalah cara yang bermakna bagi kita untuk memberi kembali, memulihkan keseimbangan, dan mendukung tindakan iklim. Ini lebih dari sekadar simbolis; ini praktis, terukur, dan sangat dibutuhkan,” kata Andrea.

Mangrove dipilih karena memiliki kemampuan alami untuk mempertahankan stabilitas ekosistem pesisir. Selain menjadi gelombang air laut, hutan bakau juga berfungsi sebagai peredam emisi karbon yang efektif dan habitat alami untuk berbagai fauna.

CEO Protikihutan, Miftachur “Ben” Robani, juga menghargai inisiatif saham dalam melindungi lingkungan.

“Menanam bakau di Mangunharjo adalah langkah strategis untuk membangun ketahanan lingkungan dan ekonomi. Kami menghargai upaya kepemimpinan dalam menjaga keseimbangan ekosistem ini,” katanya.

Kegiatan ini juga melibatkan komunitas lokal di setiap tahap, mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan. Selain menciptakan dampak lingkungan, pendekatan ini dilakukan untuk memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Keterlibatan masyarakat akan menjadi salah satu kunci keberhasilan program ini. Kemudian, pohon -pohon yang ditanam akan dipantau untuk pengembangan mereka, dan dilaporkan secara teratur,” jelas Ben.

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB