Kedutaan Besar India di Jakarta menyambut baik implementasi pertemuan bisnis strategis pertahanan dan pertahanan berbasis inovasi yang dipegang oleh Badan Penelitian dan Inovasi Nasional (Brin) dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia di Graha Widya Bhakti, BJ Habibie Sains dan Area Teknologi, Serpong, Tangang Selatan, Senin, 21/19/1).
Acara ini adalah momentum strategis dalam memperkuat sinergi silang -sektoral untuk pengembangan teknologi pertahanan berbasis sains dan inovasi. Dengan tema “Menuju Indonesia 2045: Memajukan Teknologi Pertahanan Strategis oleh Penelitian dan Inovasi”, forum ini menyatukan perwakilan industri strategis nasional dan internasional, negara ramah, akademisi, dan bisnis swasta untuk membangun kolaborasi nyata dalam pertahanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kemampuan pertahanan tidak hanya penting dalam menjaga keselamatan masyarakat, tetapi juga sebagai simbol kekuatan dan sarana untuk melewati cita -cita tujuan dari jarak kepentingan nasional,” kata Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Marshal Middle Marshal (Ret.) Donny Ermawan Taufanto pada pembukaan acara.
Sebagai mitra strategis Indonesia, India juga hadir di forum ini untuk mendukung penguatan ekosistem teknologi sambil mengeksplorasi peluang kolaborasi dalam pengembangan teknologi masa depan seperti sistem tak berawak, kecerdasan buatan, sistem sensor, dan teknologi komunikasi militer.
“Di bidang pertahanan, kami telah berhasil mengurangi ketergantungan pada impor asing dengan mengembangkan industri domestik. India sekarang menjadi pemain utama dalam ekspor teknologi pertahanan,” kata Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty.
“India menawarkan kemitraan strategis ke Indonesia, tidak hanya sebagai penjual, tetapi sebagai mitra pengembang dan produser bersama dengan teknologi pertahanan. Kedua negara juga mempersiapkan pembentukan Komisi Gabungan untuk Sains dan Teknologi, di mana kerja sama penelitian dan pengembangan di bidang pertahanan akan dibahas lebih lanjut,” pungkasnya.
Partisipasi India dalam sesi panel, perjodohan bisnis, dan pameran teknologi adalah bentuk komitmen untuk memperluas kerja sama bilateral dan regional. India memandang forum ini sebagai jembatan penting untuk transfer teknologi, penelitian bersama, dan memperkuat industri pertahanan domestik kedua negara.
Pertahanan atase kedutaan India, CPT. Shiv Kumar menekankan pentingnya kerja sama antara India dan Indonesia dalam pertahanan, terutama teknologi pertahanan. Dia menyatakan bahwa kedua negara memiliki “semua spektrum” potensi kolaborasi, mulai dari sistem dasar seperti baterai hingga teknologi tinggi seperti pesawat terbang, kapal selam, dan satelit.
Salah satu proyek superior yang ditawarkan oleh India adalah sistem rudal Brahmos, yang meliputi varian darat, laut dan udara.
“Kami menawarkan sistem rudal Brahmos disertai dengan transfer teknologi. Cara menggunakannya, bagaimana menyimpannya, bagaimana menyiapkan rudal. Semua prosedur juga akan diberikan,” pungkasnya.
Selain Brahmos, India juga menawarkan kerja sama dalam pengembangan kapal selam Scorpene. India telah membangun enam unit dan menghasilkan tiga lagi, dan saat ini tim Indonesia telah memesan dua unit.
Secara keseluruhan, kerja sama pertahanan antara India dan Indonesia tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas militer, tetapi juga menciptakan pengetahuan jangka panjang dan transfer keterampilan untuk kedua belah pihak.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi kerja sama strategis antara Brin dan Kementerian Pertahanan Indonesia yang telah ditandatangani sejak tahun 2022. Kedutaan Besar India menganggap forum ini sebagai kontribusi konkret terhadap upaya untuk menciptakan keamanan di wilayah Indo-Pasifik yang stabil, terbuka, dan inovatif.
Siaran pers ini juga telah ditayangkan RakyatPos.id
—
RakyatPos Borneo










