Fure: Inovasi Siswa Surabaya Mengubah botol plastik menjadi furnitur estetika dan ramah lingkungan

- Jurnalis

Rabu, 16 April 2025 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah meningkatnya kesadaran akan masalah lingkungan dan keberlanjutan, dua siswa dari Surabaya, Dixon Marcello (CEO) dan Sulthan Atha M (COO), memperkenalkan Fure, sebuah inovasi yang mengubah cara kami melihat limbah plastik, terutama dari topi botol botol minuman yang dikemas (Surabaya, 12 April, 2025).

Dari tutup botol hingga furnitur yang kokoh

Fure lahir dari keinginan untuk memberikan “kehidupan kedua” untuk plastik yang sering berakhir di tempat sampah atau mencemari lingkungan. Melalui proses yang sepenuhnya dilakukan secara independen, tutup botol plastik dikumpulkan, diurutkan, kemudian dicairkan pada suhu tinggi.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah melalui proses “memasak”, lelehan plastik ditekan untuk membentuk lembaran padat dengan ketebalan hingga satu hingga dua sentimeter.

Lembar ini kemudian diproses menjadi berbagai produk rumah tangga yang tidak hanya fungsional, tetapi juga menawan secara visual. Warna-warna alami dari plastik yang digunakan sebenarnya menjadi atraksi utama yang seragam, bukan seragam, dan memiliki karakter.

Dari proses ini, Fure melahirkan dua jenis produk utama: furnitur seperti kursi dan bangku kecil, serta dekorasi rumah seperti coaster, pemegang telepon, dan hiasan dinding.

Kolaborasi lokal dan dampak nyata

Produk -produk ini telah digunakan di sejumlah kafe di Surabaya, hasil kolaborasi kreatif yang tidak hanya meningkatkan interior, tetapi juga membawa pesan keberlanjutan langsung kepada konsumen. Tidak hanya itu, Fure juga telah berkolaborasi dengan Maxy Academy, lembaga pengembangan bakat digital dan sosial, untuk menyajikan program edukatif yang menyoroti pentingnya daur ulang berbasis inovasi.

Tapi Fure tidak berhenti di produk. Di belakang setiap lembaran plastik padat yang mereka hasilkan, visi besar disimpan untuk menciptakan ekosistem ekonomi melingkar.

Mereka juga bekerja sama dengan berbagai TPS (tempat pembuangan sampah sementara) dan kolektor plastik lokal untuk mendorong sistem pengumpulan limbah plastik dan sistem penyortiran.

Pendekatan ini tidak hanya memastikan pasokan bahan baku, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para aktor di sektor informal yang telah berada di belakang layar.

Hidupkan Limbah Plastik: Visi Fure

Menurut Sulthan Atha, teknologi yang dikembangkan oleh Fure bukan hanya masalah proses produksi, tetapi tentang membangun sistem yang berkelanjutan dan memiliki dampak sosial.

“Kami ingin menunjukkan bahwa plastik tidak selalu harus dibuang. Jika diurutkan dan dikelola dengan benar, plastik dapat memiliki nilai -nilai baru, bahkan kehidupan kedua. Ini adalah bentuk kontribusi kecil kami untuk perubahan besar di masa depan,” katanya.

Melalui Fure, Dixon dan Sulthan menunjukkan bahwa kreativitas anak muda dapat menjadi kunci untuk menjawab tantangan lingkungan, sosial dan ekonomi juga. Mereka mengundang orang untuk melihat bahwa limbah plastik bukanlah akhir dari cerita – tetapi awal dari sesuatu yang lebih bermakna.

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB