Binus @bandung memperkuat peran pendidikan tinggi dalam menjawab kebutuhan industri dan ketidakpastian ekonomi

- Jurnalis

Rabu, 30 April 2025 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, 24 April 2025 – Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi Indonesia telah menghadapi berbagai tantangan yang signifikan. Menurut Central Statistics Agency (BPS), pada awal 2025 ada hampir 14 ribu pekerja formal kehilangan pekerjaan karena penurunan sektor manufaktur. Selain itu, tren penghentian pekerjaan (PHK) yang mulai meningkat sejak akhir 2024 diperkirakan akan berlanjut, diperburuk oleh penurunan daya beli masyarakat dan ketidakpastian global.

Namun, di tengah -tengah tekanan ini, sektor ekonomi dan teknologi kreatif sebenarnya menunjukkan pertumbuhan yang positif. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mencatat bahwa sampai kuartal pertama tahun 2024, nilai tambah ekonomi kreatif telah mencapai 55,65% dari target tahunan. Faktanya, Laporan E-Ekonomi SEA 2024 oleh Google, Temasek, dan Bain & Company mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia mencapai 13% per tahun, menjadikan Indonesia pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyadari hal ini, Binus @bandung sebagai kampus teknologi kreatif berkomitmen untuk menjawab tantangan industri melalui pendidikan yang relevan, fleksibel, dan berorientasi masa depan. Komitmen ini dikonfirmasi dalam acara pengumpulan media dengan tema “Penjawab Kebutuhan Industri, Binus @bandung Siap Mencetak Talenta Berkualitas Untuk Karier di Industri Kreatif dan Teknologi”, yang diadakan pada hari Kamis, 24 April 2025 di kampus Paskal, Bandung.

Dalam presentasinya, Dr. Johan M Kerta, S.Kom., MM, direktur kampus Binus @bandung, mengatakan bahwa pendekatan seperti program 2,5 tahun, siap untuk karier dan program pengayaan, terbukti mempercepat kesiapan siswa untuk memasuki dunia kerja atau bahkan membangun bisnis sejak dini. Menurutnya, lulusan Binus lebih percaya diri untuk menavigasi dunia profesional karena mereka sudah memiliki keterampilan praktis, portofolio nyata, dan jaringan industri yang luas sejak mereka masih kuliah.

Ini juga diperkuat oleh pengalaman alumni dan siswa yang hadir. Jonathan Malvin, alumni DKV Binus @bandung dan sekarang bekerja sebagai perancang interaktif di FX Media, mengatakan bahwa pengalaman pengayaan dalam industri kreatif memberikan pemahaman langsung tentang dinamika dunia profesional. Ini menjadi ketentuan penting ketika ia memutuskan untuk menjadi desainer interaktif di FX Media. “Saya tidak hanya diajarkan desain, tetapi juga bagaimana berpikir secara adaptif dan membangun jaringan di industri ini,” katanya.

Sementara itu, Alya Naila Hasni, alumni mengambil jurusan ilmu komputer dan saat ini menjabat sebagai manajer proyek di Feedloop AI, berbagi bagaimana jalur pengayaan dalam perusahaan teknologi membantunya memahami realitas pekerjaan secara keseluruhan. “Saya merasa tidak hanya dilengkapi dengan kemampuan teknis, tetapi juga kepemimpinan dan komunikasi lintas -fungsional, yang sangat penting dalam dunia kerja sekarang,” jelasnya.

Dalam hal kewirausahaan, Fauzan Fatwa Amarullah, siswa aktif yang mengambil jurusan CreativePreneurship serta salah satu pendiri PT. Kopi Warga Nusantara menjelaskan bahwa program pengayaan dengan jalur kewirausahaan membantunya membangun bisnis sejak semester awal. Dia merasa kampus bukan hanya ruang akademis, tetapi juga ekosistem yang mendukung untuk ide -ide bisnis muda yang ingin berdampak.

Dalam hal akademisi, kontribusi untuk industri kreatif juga direalisasikan melalui penelitian. Prof. Dr. IR. Nugroho Gunawan, MM, profesor Universitas Binus, berbagi penelitiannya di bidang perilaku organisasi & kreativitas dalam konteks kerja. Dia mengembangkan aplikasi yang mampu menganalisis tingkat kreativitas otak dan memetakan kesesuaian karier seseorang. Menurutnya, penelitian aplikasi seperti ini adalah bukti bahwa kampus dapat hadir sebagai mitra strategis industri dalam mendorong produktivitas dan inovasi.

Sebagai lembaga pendidikan pendidikan berbasis hasil, Binus @bandung juga menyajikan berbagai program superior lainnya seperti program kecil yang memungkinkan integrasi lintas bidang bidang ilmiah, serta program mobilitas yang memberikan pengalaman belajar di berbagai kota di mana kampus Binus berada. Sampai sekarang, Binus telah bermitra dengan lebih dari 2.200 perusahaan nasional dan internasional, dan memiliki jaringan alumni yang tersebar luas di berbagai sektor industri.

Dengan dua lokasi kampus yang berlokasi di Paskal dan Dago, Binus @bandung berupaya menciptakan ruang akademik kolaboratif, inovatif, dan dinamis sebagai tempat untuk ide -ide baru dan solusi di masa depan.

Melalui kegiatan ini, Binus @bandung berharap untuk memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, industri, dan media dalam membangun ekosistem yang mendorong kelahiran kaum muda yang siap menghadapi tantangan global. Dengan pendekatan pendidikan yang fleksibel, inovatif, dan relevan dengan zaman, Binus berkomitmen untuk terus melahirkan bakat superior yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap untuk menciptakan masa depan.

“Kami berharap bahwa media dapat menjadi mitra strategis untuk menyebarkan semangat perubahan ini, sehingga lebih banyak orang muda Indonesia terinspirasi untuk memulai lebih awal, bekerja lebih cepat, dan memiliki dampak yang lebih besar,” simpul Dr. Johan M Kerta.

Sebagai lembaga yang membawa semangat membina dan memberdayakan, Binus @bandung percaya bahwa masa depan bangsa dimulai dari ruang studi yang memberdayakan dan perjalanan, mulai hari ini.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB