Patroli gabungan TNI-POLRI untuk meminimalisir gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dan Masyarakat pasca Pemilu 2024 dan menjelang pembacaan keputusan PHPU pada 22 April 2024.

- Jurnalis

Jumat, 19 April 2024 - 09:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TARAKAN – Polres Tarakan, Dalam upaya menjaga keamanan pasca pemilu dan menjelang pengumuman hasil Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024, Polres Tarakan bersama TNI menggelar patroli gabungan yang diawali dengan unjuk rasa di Polres Tarakan. Kantor Pusat, Jl. Yos Sudarso Nomor 10. Dipimpin IPDA Ida Bagus Made Mahendra Putra, kegiatan patroli gabungan Penciptaan Kondisi pasca Pemilu (Cipkon).

Sebanyak 20 personel Polres Tarakan yang didukung 3 personel PM AD, 3 personel AU, 3 personel AL, 4 personel Kodim 0907, dan 5 personel Satpol PP terlibat dalam kegiatan tersebut. Patroli dilakukan di kantor penyelenggara pemilu seperti Kantor Bawaslu Kota Tarakan dan Kantor KPU Kota Tarakan.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona TPPSiregar, SH,SIK melalui Kapolres Tarakan, AKP M. Aris Kenala Ptutra, STK,SIK. Tujuan utama patroli ini adalah untuk meminimalisir gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pasca pemilu 2024 dan menjelang pembacaan putusan Pengadilan Hasil Pemilu (PHPU). ) oleh Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan digelar pada 22 April 2024.” dia menjelaskan
Kabag Operasi Polres Tarakan juga menambahkan, kegiatan patroli gabungan ini berlangsung aman dan tertib hingga pukul 21.50 Wita.
“Kegiatan patroli gabungan TNI-POLRI dalam rangka Cipkon pasca Pemilu Damai 2024 di Kota Tarakan merupakan bagian dari agenda rutin yang dilaksanakan setiap minggunya. Patroli dilakukan secara intensif untuk memastikan situasi di Kota Tarakan tetap kondusif, termasuk kantor penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu Kota Tarakan.” Tutup AKP Aris (HumasResTrk).

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

RakyatPos.ID Network

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB