Berjalan Lancar, Ops Ketupat Kayan Berakhir, Tercatat 174 Teguran Pelanggaran Lalu Lintas .

- Jurnalis

Rabu, 17 April 2024 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TARAKAN – Polres Tarakan, Hasil Ops Ketupat Kayan 2024 berjalan lancar. Ratusan personel dikerahkan untuk menyukseskan pelaksanaan tugasnya di lokasi Pos Pengamanan dan Pos Terpadu Kota Tarakan baik pada arus mudik maupun arus mudik Idul Fitri 1445 Hijriah.

Secara umum Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona TPP Siregar, SH, SIK melalui Kabag Ops AKP M. Aris Kelana Putra, STK, SIK mengatakan, tidak ada kejadian luar biasa pada arus mudik selama Ops Ketupat. Kegiatan Kayan 2024.
Begitu pula dari sisi transportasi, pelayanan di Bandara Juwata Tarakan, kemudian di Pelabuhan Tengkayu Satu, Malundung juga dilaporkan berjalan lancar.
“Saya kira pelaksanaan tahun ini cukup baik. Selama operasi berapa banyak yang cedera, teguran. Dibandingkan tahun 2023, teguran pelanggaran lalu lintas sebanyak 61 buah. Tahun 2024 total 174 peringatan, ETLE 12 peringatan, sedangkan tahun 2023 ETLE nihil peringatan,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peningkatan peringatan pelanggaran pada tahun 2024 meningkat sekitar 113 kasus. Untuk situasi khusus, jumlah kecelakaan pada tahun 2023 sebanyak 2 kasus dan pada tahun 2024 pada saat Ops Ketupat Kayan sebanyak 2 kasus. Hanya saja pada tahun 2023 terdapat satu kasus cedera berat dan dua kasus cedera ringan. Pada tahun 2024 hanya terdapat luka ringan.
Untuk kerugian materil pada tahun 2023, lanjutnya, sekitar Rp1,5 juta dan tahun ini Rp1 juta. Situasi khusus itu sendiri diatur secara aktif setiap hari.
“Ada 323 pengaturan, 24 pengaturan, tahun 2024 bertambah menjadi 359 pengaturan, 27 pengaturan ditingkatkan. “Karena setiap tahun kita aktif harus berbuat lebih banyak lagi,” tegasnya.

Secara umum Ops Ketupat dimulai pada pertengahan bulan Ramadhan. Patroli diintensifkan saat salat tarawih. Selama waktu salat, personel ditempatkan di setiap masjid untuk melakukan tindakan pengamanan aktif.
“Selain itu ada tim patroli untuk mengantisipasi balap liar dengan petasan, sehingga perlu dilakukan patroli lagi hingga subuh, dengan personel yang bergantian. Dan itu campur aduk. Bukan hanya Satlantas tapi juga dari Sabhara, ada juga setiap polsek melaksanakan patroli,” tegasnya.

Ia menambahkan, selama Ramadan 1445 Hijriah kemarin, aktivitas yang dilakukan cukup banyak dan dengan dinamika itu dinilai masih berjalan aman dan tidak ada kendala yang menonjol.

Alhamdulillah sampai selesainya Ops Ketupat Kayan kemarin berjalan lancar, jelas Kabag Ops AKP Aris.

Lanjutnya, teguran menjadi prioritas terpenting selain penindakan. Sosialisasi menjelang Ramadhan masuk ke sekolah-sekolah dan memberikan edukasi berlalu lintas yang baik.
“Sekarang sudah banyak yang diadili, tinggal bagaimana masyarakat mengetahui apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. Dari IG, website Polri, kami juga mempublikasikan nomor pengaduan di media sosial. Saya kira cukup masif. , “tegasnya.

Kekhawatiran lain pasca Ops Ketupat Kayan terkait viralnya kemarin dilakukan dengan aktifnya patroli oleh seluruh polsek. Dan patroli menyasar pemukiman warga agar anak-anak tidak sekedar bermain senjata mainan.

“Sasarannya kaleng-kaleng, bagaimana orang tua mendidik anaknya agar tidak menembak manusia, binatang dan merusak fasilitas umum. Ini tanggung jawab orang tua mendidik anaknya. Kalau dia menembak orang, itu dianggap penyerangan. Kami ingin untuk mengubah pola pikir jangan sampai kesana, orang tua berperan mengingatkan apa yang baik dan benar,” tutupnya. (Humas ResTrk)

RakyatPos.ID Network

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB