Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi — Demokrasi dan Kebangsaan

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan : Konferensi Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (KBB) di Banjarmasin, 21-24 September 2026.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT



Oleh: Noorhalis Majid

Baca selengkapnya:

Kalimantan Selatan, RakyatPos.id – Setidaknya ada 3 catatan penting yang mengemuka dari Konferensi Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (KBB) yang berlangsung di Banjarmasin, 21-24 September 2026.

Pertama; bahwa gerakan KBB adalah gerakan demokrasi, karena jika KBB bermasalah berarti demokrasi juga mengalami masalah yang serius. Bukankah politisasi agama yang melahirkan mayoritasisme, serta berbagai tindakan diskriminasi atas nama agama, merupakan bagian dari persoalan buruknya praktik demokrasi?

Hak-hak individu untuk menjalankan agama atau kepercayaan yang seharusnya dijamin oleh konstitusi karena merupakan hak dasar setiap warga negara, akan terabaikan jika KBB tidak diperjuangkan.

Untuk itu konferensi ini dengan tegas menyatakan bahwa KBB merupakan perjuangan mewujudkan demokrasi, agar hak setiap individu dapat terlindungi.

Kedua; KBB harus dibangun melalui gerakan rakyat. Bahwa setiap permasalahan KBB yang terjadi di berbagai tempat merupakan potret kelalaian negara dalam melindungi hak warga negara.


KBB tidak bisa dilepaskan dari permasalahan umat. Baik krisis pangan, air, maupun energi, semuanya terkait dengan permasalahan KBB itu sendiri.

Konferensi ini menekankan pentingnya interseksionalitas, dimana permasalahan rakyat ada kaitannya dengan permasalahan KBB, dan semua itu harus diperjuangkan secara simultan melalui gerakan rakyat.

Mengapa harus menjadi “gerakan rakyat”, bukan gerakan masyarakat sipil? Sebab gerakan masyarakat sipil telah dikooptasi, direduksi, bahkan dibajak oleh kelompok elit sehingga tidak lagi nyambung dengan permasalahan rakyat.

Ketiga; karena dilandasi oleh gerakan kerakyatan maka diperlukan gotong royong. Setiap individu yang merasa terhubung dengan persoalan KBB dan permasalahan mendasar lainnya yang dirasakan masyarakat harus berpartisipasi, bekerja sama untuk saling membantu dan menguatkan.

Gotong royong mungkin dianggap jadul. Namun modal budaya itulah satu-satunya yang harus diaktifkan, karena sangat strategis dalam penguatan rakyat, apalagi di tengah ketidakpedulian negara dan arogansi kekuasaan yang seringkali meremehkan peran rakyat dan arogan dalam memaksakan keinginannya.

Dengan 3 catatan tersebut, tidak berlebihan jika konferensi KBB menyampaikan tuntutan dan rekomendasi.

Kepada Pemerintah, Aparat Penegak Hukum dan DPR: Hentikan pemaksaan, represi dan kriminalisasi terhadap warga negara/aktivis yang menggunakan pasal karet. Mencabut peraturan yang diskriminatif dan peraturan ekstraktif, serta menghentikan proyek ekstraktif yang melanggar etika lingkungan hidup dan hak masyarakat seperti PSN dan yang merampok sumber daya publik seperti MBG dan KOPDES.

Kepada Lembaga Nasional Hak Asasi Manusia: Menggunakan pendekatan interseksional dalam memantau pelanggaran hak asasi manusia dan memberikan perlindungan nyata bagi kelompok rentan, pembela hak asasi manusia, aktivis demokrasi dan lingkungan hidup.

Kepada Rakyat: Bersatu untuk mengkonsolidasikan gerakan-gerakan lintas isu: KBB, ketenagakerjaan, antikorupsi, anti-kekerasan, pendidikan, keterbukaan informasi, masyarakat adat, perempuan dan gender, anak-anak, disabilitas, lingkungan hidup, perdamaian, dan lain-lain untuk mendampingi warga negara dan melawan pembusukan demokrasi. (merah/nm)




Baca selengkapnya:




RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Polda Kalsel: Laporan WALHI Kalsel Sudah Masuk Tahap Penyidikan
Dinas PUPR Kotabaru Sosialisasikan Peraturan Menteri PUPR Nomor 1 Tahun 2023 di Hotel Grand Surya
WALHI Kalsel Laporkan Dugaan Tindak Pidana Korporasi Hutan dan Kehutanan ke Polda
Kekeringan Ekstrim! Asap Palak dan Hujan Kalalatu
Wakil Bupati Syairi Hadiri Malam Puncak Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Siring Laut
Paripurna DPRD Kotabaru Paparkan 2 Raperda, Tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Pengelolaan BUMD
Menggagas Sahabat Jurnal Perempuan di Banjarmasin
STIT Darul Ulum Kotabaru Gelar Wisuda ke-28

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Polda Kalsel: Laporan WALHI Kalsel Sudah Masuk Tahap Penyidikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Dinas PUPR Kotabaru Sosialisasikan Peraturan Menteri PUPR Nomor 1 Tahun 2023 di Hotel Grand Surya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:00 WIB

WALHI Kalsel Laporkan Dugaan Tindak Pidana Korporasi Hutan dan Kehutanan ke Polda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Kekeringan Ekstrim! Asap Palak dan Hujan Kalalatu

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Wakil Bupati Syairi Hadiri Malam Puncak Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Siring Laut

Berita Terbaru

Headline

Kekeringan Ekstrim! Asap Palak dan Hujan Kalalatu

Kamis, 15 Okt 2026 - 09:40 WIB

Al Jazeera - LIVE