Gubernur Muhidin segera berangkat untuk memadamkan api di kawasan RS Sambang Lihum

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan : Gubernur Muhidin memadamkan karhutla di kawasan RS Sambang Lihum, Selasa (22/9/2026).

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT



BANJARMASIN, RakyatPos.id — Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin meninjau langsung kawasan Jalan Gubernur Syarkawi Kilometer 17, Gambut, Kabupaten Banjar yang masih terdampak kabut dan kebakaran pada Selasa (22/09/2026).

Baca selengkapnya:

Didampingi Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman LP Ambarita Kasrem 101/Antasari, Kolonel Inf. Roy Fakhrul Rozi bersama unsur Forkopimda Kalsel dan sejumlah Kepala SKPD se-Kalsel, Gubernur H. Muhidin turun langsung ke lapangan dan ikut berjuang memadamkan api.

Dengan menggunakan selang pemadam kebakaran, Gubernur H. Muhidin langsung menyemprotkan air ke titik yang masih menyala di tengah kondisi lapangan yang dipenuhi asap.

Kehadiran Gubernur H. Muhidin merupakan bagian dari upaya memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tertangani langsung di lapangan, serta mengamati kondisi wilayah yang terdampak asap.

Namun, pengobatan tidak berhenti pada pemadaman listrik. Sebelumnya, Gubernur H. Muhidin juga meninjau langsung dapur karhutla di kawasan Pengayuan dan kawasan Guntung Damar untuk memastikan ketersediaan logistik dan kebutuhan petugas di lapangan tetap terpenuhi selama penanganan karhutla berlangsung.

Setelah itu, Gubernur H. Muhidin berpindah ke RS Sambang Lihum untuk melihat langsung kondisi kawasan RSUD yang dikelilingi asap dan memaksa sejumlah pasien dievakuasi.

Di RS Sambang Lihum, Gubernur H. Muhidin bersama Kapolda Kalsel, Kasrem mewakili Danrem, Wakapolda Kalsel serta pejabat RS membenarkan kondisi terkini sembari membahas langkah-langkah mengurangi ancaman kebakaran dan asap di sekitar kawasan.

Ditemui disela-sela peninjauan, Gubernur H. Muhidin mengatakan, saat tiba, kondisi di sekitar RSUD relatif aman meski masih ditemukan titik api di bagian belakang area tersebut.

“Ternyata masih ada api di balik ini dan kami sempat mencari di sana.” kata Gubernur H. Muhidin.

Orang nomor satu di Kalimantan Selatan itu juga memastikan Pemprov akan bergerak dengan menyiapkan alat berat untuk membuka dan membersihkan lahan di sekitar kawasan rumah sakit.

“Hari ini kami mendatangkan ekskavator untuk pembukaan lahan di kawasan ini. Kami sedang membuka lahan seluas 20 hektar.”

Langkah ini rencananya akan dimulai pada Rabu (23/9/2026). Gubernur H. Muhidin meminta agar pengerjaan dilakukan hingga tuntas agar kawasan sekitar RSUD memiliki ruang yang lebih aman dari ancaman kebakaran.


Menurutnya, lahan seluas sekitar 20 hektare tersebut akan dibersihkan menggunakan alat berat agar RS Sambang Lihum bisa mengambil langkah lebih lanjut, termasuk menyiapkan fasilitas pendukung seperti sumur untuk membantu kebutuhan penanggulangan kebakaran.

“Jadi nantinya RS Sambang Lihum bisa membangun sumur air atau menggunakannya untuk keperluan lain.” katanya.

Seiring berjalannya pemeriksaan, kondisi mulai membaik seiring dengan perubahan arah angin yang menyebabkan asap menjauh dari area rumah sakit.

“Alhamdulillah sudah membaik, tutupnya.

Sementara itu, Direktur RSJ Sambang Lihum Yuddy Riswandhy Noora mengatakan, dampak kebakaran hutan dan lahan tersebut disebabkan kawasan hutan lindung Liang Anggang di sekitar rumah sakit terbakar beberapa hari lalu.

Yuddy mengatakan total luas lahan rumah sakit tersebut sekitar 20 hektare, saat ini hanya 6 hektare yang dijadikan fasilitas pelayanan, sedangkan sisanya masih berupa kawasan hutan yang terkena dampak karhutla.

“Hampir seluruh lahan seluas 14 hektare terdampak, hanya titik api saja yang tersebar. “Untuk lahannya cukup luas sekitar dua hektare,” ucapnya.

Kebakaran diduga terjadi beberapa hari sebelumnya dan ditangani bersama BNPB dan BPBD, termasuk dengan dukungan helikopter water bombing. Namun kondisi kembali memburuk ketika helikopter dialihkan ke lokasi lain sehingga api semakin membesar dan asap mengarah ke area rumah sakit.

“Akhirnya kami melakukan evakuasi sementara karena asap semakin tebal,” ujarnya.

Yuddy mengatakan, evakuasi harus dilakukan secara internal dengan memindahkan pasien dari ruangan yang berdekatan dengan titik api ke area yang dianggap lebih aman. Secara medis, pelayanan rumah sakit disebut masih berjalan normal. Namun, banyak pasien mulai mengeluhkan efek asap tersebut.

Operasi medis tetap berjalan, namun keluhan pasien cukup banyak, ujarnya.

Pihak rumah sakit sempat membagikan masker kepada pasien, namun dirasa belum cukup untuk mencegah paparan asap sehingga evakuasi menjadi langkah utama.

Untuk mencegah api mendekat lagi, RSJ Sambang Lihum berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan BNPB, serta melaporkan kondisi tersebut kepada Gubernur Kalimantan Selatan. H.Muhidin.

Berdasarkan hasil koordinasi, rencananya akan dilakukan pembersihan lahan di sekitar area rumah sakit untuk menghentikan penyebaran api dan memudahkan penanganan. Selain itu, pihak rumah sakit juga menyiapkan sumber air tambahan melalui pembangunan sumur gali sebagai upaya pencegahan.

RSJ Sambang Lihum juga menyiapkan skenario evakuasi eksternal jika kondisi memburuk, dengan bekerja sama dengan Dinas Sosial.

Salah satu lokasi yang disiapkan adalah aula Balai Rehabilitasi Sosial yang diperkirakan mampu menampung sekitar 150 orang.

Meski demikian, pihak rumah sakit tetap mengutamakan evakuasi internal sembari menunggu penanganan kebakaran di wilayah sekitar.

Yuddy berharap pengerahan peralatan dan penanganan karhutla dapat segera diperkuat sehingga titik api dapat dikendalikan.

“Jika sudah terkendali, kami berharap tidak perlu ada evakuasi dari luar,” tutupnya. (merah/adpim)


Baca selengkapnya:




RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Polda Kalsel: Laporan WALHI Kalsel Sudah Masuk Tahap Penyidikan
Dinas PUPR Kotabaru Sosialisasikan Peraturan Menteri PUPR Nomor 1 Tahun 2023 di Hotel Grand Surya
WALHI Kalsel Laporkan Dugaan Tindak Pidana Korporasi Hutan dan Kehutanan ke Polda
Kekeringan Ekstrim! Asap Palak dan Hujan Kalalatu
Wakil Bupati Syairi Hadiri Malam Puncak Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Siring Laut
Paripurna DPRD Kotabaru Paparkan 2 Raperda, Tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Pengelolaan BUMD
Menggagas Sahabat Jurnal Perempuan di Banjarmasin
STIT Darul Ulum Kotabaru Gelar Wisuda ke-28

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Polda Kalsel: Laporan WALHI Kalsel Sudah Masuk Tahap Penyidikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Dinas PUPR Kotabaru Sosialisasikan Peraturan Menteri PUPR Nomor 1 Tahun 2023 di Hotel Grand Surya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:00 WIB

WALHI Kalsel Laporkan Dugaan Tindak Pidana Korporasi Hutan dan Kehutanan ke Polda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Kekeringan Ekstrim! Asap Palak dan Hujan Kalalatu

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Wakil Bupati Syairi Hadiri Malam Puncak Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Siring Laut

Berita Terbaru

Headline

Kekeringan Ekstrim! Asap Palak dan Hujan Kalalatu

Kamis, 15 Okt 2026 - 09:40 WIB

Al Jazeera - LIVE