Bukan masalah ikan lele, tetapi tentang mimpi: cara Rangga Umara membuat bisnis kuliner sebagai gerakan hidup

- Jurnalis

Selasa, 20 Mei 2025 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RANGGA UMARA tidak membangun kios Pecel ikan lele. Dia membuktikan bahwa mimpi itu sah untuk dimiliki, bahkan oleh orang -orang yang hanya memiliki 3 juta rupiah dan sebuah kios kecil di tepi Jakarta. Tetapi lebih dari itu, ia sedang membangun satu hal yang lebih besar: pergerakan kebersamaan, belajar, dan bangkit bersama, melalui apa yang ia sebut hari ini sebagai master kuliner.

Tidak ada jalan pintas

Pada tahun 2006, RANGGA bekerja di sebuah stasiun radio di Bandung. Di depan kantornya, ada restoran ayam panggang yang penuh setiap hari. Melihat restoran, Ranggga bertanya -tanya. Satu pertanyaan yang memenuhi pikirannya: Bagaimana mungkin sebuah kios sesibuk itu?

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pencarian jawaban membawanya ke kisah Puspo Wardoyo, pendiri Wong Solo, yang mulai dari pedagang kaki lima. Kisah itu menampar RANGGA. Dia sadar: perbedaan antara orang -orang sukses dan bukan nasib, tetapi langkah pertama yang diambil.

Dia kemudian menulis mimpinya dalam buklet: buku impian.

Dengan modal 3 juta rupiah dan niat yang hampir sembrono, RANGGA menyewa gubuk 3 × 3 meter di Pondok Kelapa. Dari sana terlahir sebagai salah satu restoran PECEL CATFISH yang populer di Indonesia Pecel Lele Lela.

Bukan kegagalan, jika masih melangkah

RANGGA diusir dari rumah. Pernah menertawakan. Tidak pernah kehabisan energi. Tapi semua itu tidak membuatnya berhenti. Baginya, kegagalan tidak saat Anda jatuh. Gagal jika Anda berhenti mencoba.

“Kami tidak gagal jika kami masih pergi. Yang penting adalah mengetahui ke mana harus pergi,” katanya dalam sebuah film dokumenter sekali seumur hidup.

Jadi dia membuat cetak biru. Bukan hanya mimpi, tapi peta. Target Cabang 1 Tahun 10, 5 Tahun 100 Cabang. Apa itu realistis? Mungkin tidak. Tetapi mimpi tidak membutuhkan realistis, yang penting adalah Anda bertindak untuk mewujudkannya.

Dari kesendirian ke komunitas

Rangga tahu rasanya seperti membangun bisnis sendirian. Diam. Tidak ada yang mengerti. Tidak ada yang bisa ditanyakan. Itu sebabnya penguasaan kuliner lahir. Komunitas ini bukan komunitas biasa, tetapi ruang tumbuh untuk ribuan pejuang bisnis kuliner, baik hanya perintis atau maju, untuk berbagi tentang bisnis masing -masing.

Di sini, tidak ada yang tersisa. Ketika Peggy, salah satu anggota, ditinggalkan oleh seluruh tim H-1 Grand Opening, seorang anggota komunitas kuliner penguasaan Jakarta segera datang untuk membantu. Bawa energi, bawa antusiasme, dan bawa harapan.

Berkat kepercayaan pada Peggy, bisnis Kenthir Pawon Sambal -nya yang hampir ditutup sebelum dibuka, sekarang dapat menghasilkan omset 1,5 m setiap bulan.

Karena dalam perjalanan bisnis, teman -teman keliling dapat menentukan apakah kami tiba atau menyerah di tengah jalan.

Internasional bukanlah mimpi

Siapa yang mengira ikan lele bisa mencapai Malaysia? Mulai dari pengunjung yang secara tidak sengaja merasakan, cabang Lele Lela Pecel sekarang berdiri di luar negeri, bahkan salah satu yang diresmikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia.

“Di masa lalu, orang -orang tertawa ketika saya mengatakan mereka ingin membawa ikan lele ke dunia. Sekarang? Mereka bertanya kapan harus membuka di kota mereka,” kata Rangga.

Untuk RANGGA, bukan tentang makanan. Tapi bukti bahwa mimpi besar dapat dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana.

Misi Kehidupan: Menghubungkan Harapan Melalui Rasa

Kuliner, untuk RANGGA, bukan masalah selera yang baik. Tapi tentang kepercayaan diri. Perasaan arah. Merasa tidak sendirian. Karena itu, ia terus membuka pintu bagi siapa saja yang ingin belajar.

“Saya tidak ingin berjalan sendirian. Karena Fortune tidak akan ditukar. Yang penting adalah kita tahu siapa yang bersama kita hari ini – yang akan menentukan kita di mana kita berada dalam lima tahun,” jelasnya tentang komunitas kuliner penguasaan.

Rangga Umara mulai dari sisi jalan, tetapi dia tidak menepi. Dia maju, dan sekarang mengundang lebih banyak orang untuk berpartisipasi.

Karena di dunia bisnis, pemenangnya bukan yang paling kuat. Tapi berani melangkah lebih dulu, meskipun kecil. Dan mereka yang tahu, bahwa dalam perjuangan – teman -teman bepergian adalah setengah dari kekuatan.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Polda Kalsel: Laporan WALHI Kalsel Sudah Masuk Tahap Penyidikan
Dinas PUPR Kotabaru Sosialisasikan Peraturan Menteri PUPR Nomor 1 Tahun 2023 di Hotel Grand Surya
WALHI Kalsel Laporkan Dugaan Tindak Pidana Korporasi Hutan dan Kehutanan ke Polda
Kekeringan Ekstrim! Asap Palak dan Hujan Kalalatu
Wakil Bupati Syairi Hadiri Malam Puncak Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Siring Laut
Paripurna DPRD Kotabaru Paparkan 2 Raperda, Tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Pengelolaan BUMD
Menggagas Sahabat Jurnal Perempuan di Banjarmasin
STIT Darul Ulum Kotabaru Gelar Wisuda ke-28

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Polda Kalsel: Laporan WALHI Kalsel Sudah Masuk Tahap Penyidikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Dinas PUPR Kotabaru Sosialisasikan Peraturan Menteri PUPR Nomor 1 Tahun 2023 di Hotel Grand Surya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:00 WIB

WALHI Kalsel Laporkan Dugaan Tindak Pidana Korporasi Hutan dan Kehutanan ke Polda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Kekeringan Ekstrim! Asap Palak dan Hujan Kalalatu

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Wakil Bupati Syairi Hadiri Malam Puncak Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Siring Laut

Berita Terbaru

Headline

Kekeringan Ekstrim! Asap Palak dan Hujan Kalalatu

Kamis, 15 Okt 2026 - 09:40 WIB

Al Jazeera - LIVE